- Menteri Keuangan menepis isu resesi karena indikator ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi semakin solid dan menguat.
- PMI manufaktur mencapai 53,8 pada Februari, menandakan pertumbuhan signifikan pada sektor produksi dan suplai nasional.
- IKK mencapai 125,2 menunjukkan daya beli konsumen membaik, didukung peningkatan signifikan penjualan industri otomotif Februari.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran yang menyebut Indonesia tengah memasuki resesi. Dia menegaskan bahwa sejumlah indikator utama justru menunjukkan kondisi ekonomi nasional yang semakin solid.
Salah satu indikatornya adalah Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur yang mencapai 53,8 pada Februari.
"Katanya kita sudah resesi Pak. Ekonom, ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya. Padahal kalau kita lihat dari tadi PMI naik ke level yang tinggi. Terus kita lihat Mandiri MSI, Mandiri index, itu sekarang di 360,7," kata Purbaya saat sidang paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, yang dikutip pada Sabtu (14/3/2026).
Dijelaskannya bahwa angka PMI tersebut membuktikan sektor produksi dan suplai nasional mengalami pertumbuhan. Hal ini sekaligus menjadi pengakuan dari lembaga eksternal bahwa aktivitas ekonomi Indonesia memang tengah menguat.
Di samping, Purbaya membeberkan pertumbuhan industri otomotif. Dia mencatat penjualan mobil meningkat 12,2 persen pada Februari. Pertumbuhan itu menurutnya menjadi signifikan jika dibanding tahun lalu yang berada di zona negatif.
Menurut Purbaya, penguatan ekonomi nasional juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai angka 125,2. Angka ini masuk dalam kategori level sangat tinggi sekaligus menunjukkan daya beli masyarakat yang membaik.
"Sekarang udah mulai positif dan sekarang makin kencang. Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit, kata ekonom-ekonom di luar itu Pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu," kata Purbaya.
Berita Terkait
-
Purbaya Pastikan BI Independen, Tak Lagi Pakai Skema Burden Sharing
-
Purbaya Bela MBG usai Disorot Fitch: Ini Program Baru, Pasti Enggak Berjalan 100% Mulus!
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Garuk-garuk Kepala! Purbaya Sudah Buat APBN 2026 Defisit 0,53 Persen
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Prabowo: Kita Bersyukur Saat Ini Aman, Pemerintah Jaga Defisit APBN Tidak Bertambah
-
Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Bahlil Ungkap Stok BBM Lebaran di Tengah Ancaman Krisis Energi Timur Tengah
-
Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!
-
Menhub Prediksi Pergerakan Mudik Mulai Terasa Sejak 13 Maret
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
-
Tepis Isu Krisis Batubara di PLTU Jelang Lebaran, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman!