Bisnis / Makro
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:55 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan menepis isu resesi karena indikator ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi semakin solid dan menguat.
  • PMI manufaktur mencapai 53,8 pada Februari, menandakan pertumbuhan signifikan pada sektor produksi dan suplai nasional.
  • IKK mencapai 125,2 menunjukkan daya beli konsumen membaik, didukung peningkatan signifikan penjualan industri otomotif Februari.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran yang menyebut Indonesia tengah memasuki resesi. Dia menegaskan bahwa sejumlah indikator utama justru menunjukkan kondisi ekonomi nasional yang semakin solid.

Salah satu indikatornya adalah Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur yang mencapai 53,8 pada Februari.

"Katanya kita sudah resesi Pak. Ekonom, ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya. Padahal kalau kita lihat dari tadi PMI naik ke level yang tinggi. Terus kita lihat Mandiri MSI, Mandiri index, itu sekarang di 360,7," kata Purbaya saat sidang paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, yang dikutip pada Sabtu (14/3/2026).

Dijelaskannya bahwa angka PMI tersebut membuktikan sektor produksi dan suplai nasional mengalami pertumbuhan. Hal ini sekaligus menjadi pengakuan dari lembaga eksternal bahwa aktivitas ekonomi Indonesia memang tengah menguat.

Di samping, Purbaya membeberkan pertumbuhan industri otomotif. Dia mencatat penjualan mobil meningkat 12,2 persen pada Februari. Pertumbuhan itu menurutnya menjadi signifikan jika dibanding tahun lalu yang berada di zona negatif.

Menurut Purbaya, penguatan ekonomi nasional juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai angka 125,2. Angka ini masuk dalam kategori level sangat tinggi sekaligus menunjukkan daya beli masyarakat yang membaik.

"Sekarang udah mulai positif dan sekarang makin kencang. Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit, kata ekonom-ekonom di luar itu Pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu," kata Purbaya.

Load More