Bisnis / Makro
Senin, 09 Maret 2026 | 07:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Buka Puasa Bersama di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Fitch Ratings menurunkan prospek utang Indonesia menjadi Negatif karena kekhawatiran dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • MBG diperkirakan memakan biaya 1,3% dari PDB, berpotensi menyebabkan defisit fiskal 2,9% pada 2026.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai MBG program bagus dan perlu perbaikan jika ditemukan kelemahan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal penilaian dari lembaga pemeringkat Fitch yang menyorot program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus berdampak pada penurunan prospek (outlook) Indonesia ke Negatif.

Menkeu Purbaya menilai kalau MBG adalah program bagus yang dijalankan Pemerintah saat ini. Ia mengatakan jika masyarakat mendapatkan MBG bagus dan optimal, para siswa penerima bisa mendapatkan tinggi 185 cm seperti dirinya.

"Kalau semua orang itu dapat MBG yang bagus, optimal, pasti nanti orang-orang akan setinggi saya," katanya dalam acara Buka Puasa Bersama, dikutip Senin (9/3/2026).

Bendahara Negara menilai kalau MBG adalah program baru yang berpeluang tidak berjalan 100 persen mulus. Jika ada kelemahan, sudah seharusnya program itu diperbaiki.

"Ini kan program baru, pasti enggak berjalan dengan 100 persen mulus gitu. Yang penting adalah kalau ada kelemahan diperbaiki saja itu," jelasnya.

Ilustrasi MBG. Foto: Seorang guru sedang membagikan MBG ke para muridnya di SD Negeri 1B 152982 di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2026). [Antara]

Fitch turunkan outlook Indonesia

Sebelumnya Fitch Ratings dalam laporan terbaru yang dirilis pada awal Maret 2026 ini, secara resmi merevisi prospek (outlook) peringkat utang jangka panjang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif".

Meskipun peringkat kredit utama (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating) masih dipertahankan pada level BBB, perubahan outlook ini menjadi sinyal peringatan serius bagi stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang.

Salah satu poin yang menjadi perhatian utama Fitch adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ambisius ini diperkirakan memakan biaya hingga 1,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Fitch menilai, rencana pemerintah untuk memprioritaskan pengeluaran besar ini di awal tahun 2026 dapat memicu pembengkakan defisit anggaran yang melampaui batas aman.

Baca Juga: BGN Ancam Putus Kontrak Pengelola Dapur MBG yang Hanya Berorientasi Bisnis

Fitch memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan menyentuh angka 2,9% dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target yang dipasang pemerintah sebesar 2,7%.

Perbedaan proyeksi ini muncul karena Fitch menggunakan asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif dibandingkan estimasi optimis pemerintah.

"Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketegangan sosial yang masih ada setelah protes tahun lalu akan mendorong pengeluaran sosial lebih tinggi, termasuk program Makan Bergizi Gratis (1,3% dari PDB). Rencana untuk memprioritaskan pengeluaran di semester I-2026 dapat menambah risiko defisit fiskal," tulis draf laporan Fitch.

Load More