- Fitch Ratings menurunkan prospek utang Indonesia menjadi Negatif karena kekhawatiran dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- MBG diperkirakan memakan biaya 1,3% dari PDB, berpotensi menyebabkan defisit fiskal 2,9% pada 2026.
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai MBG program bagus dan perlu perbaikan jika ditemukan kelemahan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal penilaian dari lembaga pemeringkat Fitch yang menyorot program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus berdampak pada penurunan prospek (outlook) Indonesia ke Negatif.
Menkeu Purbaya menilai kalau MBG adalah program bagus yang dijalankan Pemerintah saat ini. Ia mengatakan jika masyarakat mendapatkan MBG bagus dan optimal, para siswa penerima bisa mendapatkan tinggi 185 cm seperti dirinya.
"Kalau semua orang itu dapat MBG yang bagus, optimal, pasti nanti orang-orang akan setinggi saya," katanya dalam acara Buka Puasa Bersama, dikutip Senin (9/3/2026).
Bendahara Negara menilai kalau MBG adalah program baru yang berpeluang tidak berjalan 100 persen mulus. Jika ada kelemahan, sudah seharusnya program itu diperbaiki.
"Ini kan program baru, pasti enggak berjalan dengan 100 persen mulus gitu. Yang penting adalah kalau ada kelemahan diperbaiki saja itu," jelasnya.
Fitch turunkan outlook Indonesia
Sebelumnya Fitch Ratings dalam laporan terbaru yang dirilis pada awal Maret 2026 ini, secara resmi merevisi prospek (outlook) peringkat utang jangka panjang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif".
Meskipun peringkat kredit utama (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating) masih dipertahankan pada level BBB, perubahan outlook ini menjadi sinyal peringatan serius bagi stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang.
Salah satu poin yang menjadi perhatian utama Fitch adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ambisius ini diperkirakan memakan biaya hingga 1,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Fitch menilai, rencana pemerintah untuk memprioritaskan pengeluaran besar ini di awal tahun 2026 dapat memicu pembengkakan defisit anggaran yang melampaui batas aman.
Baca Juga: BGN Ancam Putus Kontrak Pengelola Dapur MBG yang Hanya Berorientasi Bisnis
Fitch memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan menyentuh angka 2,9% dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target yang dipasang pemerintah sebesar 2,7%.
Perbedaan proyeksi ini muncul karena Fitch menggunakan asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif dibandingkan estimasi optimis pemerintah.
"Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketegangan sosial yang masih ada setelah protes tahun lalu akan mendorong pengeluaran sosial lebih tinggi, termasuk program Makan Bergizi Gratis (1,3% dari PDB). Rencana untuk memprioritaskan pengeluaran di semester I-2026 dapat menambah risiko defisit fiskal," tulis draf laporan Fitch.
Berita Terkait
-
BGN Ancam Putus Kontrak Pengelola Dapur MBG yang Hanya Berorientasi Bisnis
-
BGN Beri Tenggat 30 Hari: SPPG Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Siap-siap SUSPEND!
-
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?
-
Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital
-
Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China
-
Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor
-
Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta
-
Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret
-
Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI
-
Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya
-
Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO