- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan Bank Indonesia tetap independen, menjawab kekhawatiran lembaga pemeringkat internasional.
- Kementerian Keuangan dan BI menghentikan skema *burden sharing* terkait pembelian Surat Berharga Negara di pasar perdana.
- BI kini hanya akan membeli SBN di pasar sekunder, menjaga independensi otoritas moneter dari kebijakan fiskal pemerintah.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kalau Bank Indonesia (BI) tetap independen dan tidak di bawah kendali Pemerintah. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran dari berbagai lembaga pemeringkat internasional tentang kondisi ekonomi RI.
Menkeu Purbaya menyebut kalau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BI tak lagi menggunakan skema burden sharing, di mana BI membeli Surat Berharga Negara (SBN) langsung di pasar perdana untuk membiayai kebutuhan fiskal seperti yang terjadi pada Covid-19 lalu.
"Kita sudah tidak lagi memakai apa yang disebut burden sharing," katanya dalam acara Buka Puasa Bersama, dikutip Senin (9/3/2026).
Bendahara Negara menegaskan kalau otoritas moneter itu akan membeli SBN di pasar sekunder, tak lagi di primer. Dengan demikian itu bisa menjaga independensi BI.
"Jadi BI independen, itu juga yang dikhawatirkan oleh beberapa lembaga pemeringkat," lanjutnya.
Purbaya kembali menegaskan kalau BI bakal tetap independen sebagai otoritasa moneter. Ia tak akan mencampuri urusan fiskal dengan lembaga tersebut.
"Mereka tidak boleh me-monetize kebijakan fiskal dalam pembelian di pasar primer, apalagi burden sharing. Jadi kita tidak melakukan itu lagi," jelasnya.
Sebelumnya Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sepakat bahwa penerbitan SBN oleh Pemerintah dan pembelian SBN dari pasar sekunder oleh Bank Indonesia akan dilakukan dengan berdasar kepada prinsip-prinsip kebijakan fiskal dan moneter yang pruden serta tetap menjaga disiplin dan integritas pasar.
Melansir siaran pers Kemenkeu, pembelian SBN oleh Bank Indonesia dari pasar sekunder akan dilakukan dari pelaku pasar dan melalui mekanisme pertukaran SBN secara bilateral (bilateral debt switch) dengan Pemerintah, yang dapat diperdagangkan di pasar (tradeable) dengan menggunakan harga pasar yang berlaku sesuai mekanisme pasar.
Baca Juga: Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
Selain itu, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia berkomitmen bahwa penerbitan dan pembelian SBN dilakukan secara transparan, akuntabel, sesuai mekanisme pasar, dan dengan tata kelola yang kuat.
"Sinergi erat antara kebijakan fiskal dan moneter sangat penting untuk tetap terjaganya stabilitas fiskal, stabilitas moneter khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah dan stabilitas harga, serta stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelas Kemenkeu.
Tag
Berita Terkait
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Garuk-garuk Kepala! Purbaya Sudah Buat APBN 2026 Defisit 0,53 Persen
-
Purbaya Buka Opsi Potong Anggaran MBG demi Cegah Kenaikan Harga BBM
-
Jika Ini Terjadi, Purbaya Akui Harga BBM Subsidi Bisa Naik
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
-
Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi