- IHSG pada Jumat (13/3/2026) ditutup melemah 3,05 persen ke 7.137 akibat isu geopolitik dan fiskal domestik.
- Konflik AS-Iran memicu kekhawatiran inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN menjadi perhatian pemerintah.
- Amerika Serikat meluncurkan investigasi perdagangan baru terhadap 60 negara terkait isu kerja paksa dan impor.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026. Sentimen negatif dari konflik geopolitik hingga kekhawatiran kondisi fiskal dalam negeri membebani pergerakan pasar saham domestik.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup turun 3,05 persen ke level 7.137 pada akhir perdagangan.
Tekanan terhadap pasar dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi berlangsung lebih lama. Kondisi ini diperkirakan dapat mempertahankan harga minyak mentah di level tinggi dalam jangka waktu lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Kenaikan harga minyak tersebut dinilai berisiko mendorong peningkatan inflasi sekaligus memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah sendiri saat ini masih menghitung dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi fiskal. Menteri Keuangan menyebut opsi pelebaran batas defisit APBN di atas 3 persen masih dalam tahap pembahasan.
Jika kebijakan tersebut benar-benar ditempuh, pemerintah akan terlebih dahulu memperhitungkan berbagai konsekuensi fiskal yang mungkin timbul.
Sentimen negatif juga datang dari Amerika Serikat yang meluncurkan investigasi perdagangan baru terhadap sekitar 60 negara. Investigasi tersebut bertujuan untuk menentukan apakah negara-negara tersebut gagal membatasi impor barang yang diproduksi dengan kerja paksa.
Melalui Pasal 301, pemerintah AS dapat mengenakan tarif kepada negara yang terbukti melakukan praktik perdagangan tidak adil tanpa memerlukan otoritas tambahan dari Kongres.
Langkah ini menyusul investigasi sebelumnya yang dirilis pada Rabu (11/3) terkait kelebihan kapasitas industri di 16 negara, termasuk Tiongkok, Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Swiss, dan Thailand.
Baca Juga: IHSG Masih Jeblok ke Level 7.338 pada Pembukaan Jumat
Di sisi lain, pemerintah AS untuk sementara mengizinkan pembelian minyak mentah Rusia yang sudah berada di perairan internasional guna membantu menstabilkan harga minyak global.
Diperkirakan terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang saat ini berada dalam perjalanan di laut di sekitar 30 lokasi di seluruh dunia per 12 Maret 2026. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi pasokan sekitar lima hingga enam hari.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan. Saham yang mendominasi kenaikan antara lain ADMR, AADI, SCMA, HEAL, dan AMRT.
Sebaliknya, sejumlah saham dengan kapitalisasi besar justru mengalami penurunan dan menekan pergerakan indeks. Saham-saham yang mendominasi pelemahan di antaranya DSSA, AMMN, ISAT, INCO, dan EXCL.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga