Bisnis / Properti
Senin, 16 Maret 2026 | 16:10 WIB
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menjamin perusahaan terafiliasi Presiden tidak ikut tender Program 3 Juta Rumah.
  • Hashim menitipkan kewajiban pemasangan internet terjangkau Rp100 ribu/bulan melalui tender terbuka untuk program pembangunan rumah.
  • Program 3 Juta Rumah diharapkan menumbuhkan ekonomi nasional hingga 8 persen dan pemerataan keadilan sosial.

Suara.com - Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menjamin perusahaan yang terafiliasi dengan Presiden Prabowo Subianto tidak akan terlibat dan ikut tender dalam Program 3 juta rumah.

Adik Prabowo ini akan memberikan kesempatan pada kontraktor lokal yang ingin ikut serta dalam program 3 juta rumah.

"Tapi udah, sudah. Dan kita sudah sepakat ya, dan saya sudah sepakat ya bahwa kalau saya pribadi dan keluarga saya tidak akan ikut andil ya, ini semua kontraktor-kontraktor kita tidak ada kaitan. Kecuali satu. Saya selalu terbuka," ujarnya dalam Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, (17/3/2026).

Namun, Hashim menitipkan kepada pengembang yang akan membangun program 3 juta rumah untuk memasang internet rakyat. Ia memastikan, internet rakyat yang kembangkan perusahaanya yaitu PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge dipatok dengan harga yang terjangkau.

Foto udara kompleks perumahan KPR subsidi di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/8/2025). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/rwa]

Selain itu, tender internet rakyat ini juga akan dilakukan secara terbuka melibatkan para lembaga lain.

"Kecuali satu. Saya selalu terbuka. Internet murah, Rp100 ribu per bulan bermanfaat. Nanti saya titip nanti ya. Tapi terbuka. Ya, BPK, BPKP, KPK nanti terbuka ya, nanti," ucapnya.

Menurut Hashim, tujuan Program 3 Juta Rumah ini sangat mulia, karena selain menumbuhkan ekonomi Indonesia hingga 8 persen, juga bisa mencapai keadilan sosial dari pemerataan distribusi rumah.

"Dua-duanya bisa mencapai. Kita bisa mencapai keadilan sosial sekaligus pertumbuhan ekonomi. Saya kira ini bukan ilmu roket. Ini anak-anak S1 sudah tahu makro ekonomi," bebernya.

Hashim menambahkan, Program 3 juta rumah ini juga bisa menggairahkan bisnis turunan, seperti semen hingga besi yang dipasok dari produsen lokal.

Baca Juga: Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga

"Ya dengan ini, dan seperti nanti kita saksikan begitu banyak pasokan-pasokan dari semen, dari mebel, dari kabel listrik, dari besi, dari kayu, ini semuanya ada kaitan dan bisa dipasok," pungkasnya.

Load More