- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mempertahankan disiplin fiskal sesuai kemampuan ekonomi Indonesia.
- Batas defisit APBN 3 persen hanya akan dilampaui jika negara menghadapi krisis darurat serupa situasi pandemi COVID-19.
- Prabowo menentang keras strategi pertumbuhan melalui peningkatan utang dan mengharapkan Indonesia tetap konsisten pada prinsip fiskal.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap disiplin fiskal dalam mengelola ekonomi Indonesia. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bloomberg berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”, Prabowo menyatakan prinsip utama pemerintahannya adalah “hidup sesuai kemampuan”.
Indonesia menerapkan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Prabowo menyatakan hanya akan mempertimbangkan untuk melampaui batas tersebut jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang luar biasa.
Ia menyamakan potensi kebijakan tersebut dengan masa pandemi COVID-19. Saat itu, Indonesia secara legal diizinkan melampaui batas defisit selama dua tahun untuk membiayai belanja darurat demi menyelamatkan rakyat.
"Jangan belanja lebih besar dari penghasilan. Ini adalah dasar kehidupan untuk bertahan hidup," tegas Prabowo di kediamannya.
Salah satu faktor yang memungkinkan adanya pelonggaran defisit secara jangka pendek adalah jika harga minyak mentah dunia melonjak tinggi dalam waktu lama akibat eskalasi perang di Timur Tengah.
Meskipun demikian, Prabowo menekankan bahwa opsi melampaui batas defisit adalah pilihan terakhir. Ia mengatakan bahwa meski banyak negara lain, termasuk anggota Uni Eropa, telah mengabaikan target defisit yang ketat, Indonesia harus tetap konsisten.
Prabowo secara terbuka menentang pemikiran ekonomi yang menganjurkan pencapaian pertumbuhan tinggi melalui pengambilan utang yang besar. Prabowo menyebut bahwa nilai-nilai yang ia pegang teguh berasal dari didikan orang tuanya untuk selalu mengukur pengeluaran berdasarkan kemampuan yang ada.
"Saya harap kita tidak perlu mengubahnya. Sebenarnya saya tidak percaya pada defisit. Mungkin saya orang yang kuno," ujarnya.
Baca Juga: Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
Berita Terkait
-
Prabowo: Batas Defisit APBN 3 persen Tidak Akan Diubah!
-
Kompilasi Purbaya Serang Balik Ekonom di Hadapan Prabowo: Bantah Resesi hingga Rupiah Hancur
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti