- Mendag Budi Santoso menyiapkan revisi Permendag terkait e-commerce menyikapi maraknya kasus penipuan transaksi online.
- OJK mencatat lonjakan penipuan pada 10 hari pertama Ramadan 2025 mencapai 13.130 kasus dengan banyak rekening terlapor.
- IASC telah menerima total 477.600 laporan penipuan, berhasil memblokir ratusan ribu rekening, dan dana senilai Rp 566,1 miliar.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan tengah menyiapkan revisi aturan terkait perdagangan digital atau e-commerce. Langkah tersebut dilakukan di tengah maraknya kasus penipuan dalam transaksi online selama bulan ramadan hingga lebaran.
Mendag mengatakan, pembenahan regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap aktivitas perdagangan di platform digital.
"Saya pikir itu kaitannya dengan pengawasan. Jadi kita terus melakukan monitor dan kita juga sekarang lagi ini ya, lagi membenahi, membenahi apa namanya Permendag terkait dengan e-commerce ya. Jadi akan kita lihat ulang," ujar Mendag di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas perdagangan daring terus dilakukan, termasuk dengan menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran.
"Pengawasan terus kami lakukan ya, jadi termasuk aduan-aduan terus kita tangani di PKTN ya, terus kita lakukan ya," ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat yang merasa dirugikan dalam transaksi di toko daring dapat menyampaikan laporan langsung kepada pemerintah melalui kanal pengaduan yang tersedia.
"Ya langsung silakan aja langsung, kan kita memang terbuka untuk umum," imbuhnya.
Sebelumnya, Pusat penanganan penipuan sektor keuangan, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), mencatat lonjakan laporan selama 10 hari pertama Ramadhan 2025. Dalam periode tersebut, jumlah laporan penipuan meningkat menjadi 13.130 kasus dengan 22.593 rekening terlapor.
Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari, mengatakan, angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode sebelum bulan puasa maupun pada awal Ramadhan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Mendag Busan Akui Harga Cabai Rawit dan Telur Mulai Pedas
"Dalam 10 hari pertama Ramadhan ini tercatat 13.130 laporan penipuan dengan 22.593 rekening terlapor. Ada peningkatan dibandingkan sebelum bulan puasa maupun periode yang sama tahun lalu," bebernya.
Secara kumulatif, IASC telah menerima 477.600 laporan. Rinciannya, sebanyak 243.323 laporan disampaikan korban melalui Pelaku Usaha Sektor Keuangan (PUSK), seperti bank dan penyedia sistem pembayaran yang kemudian dimasukkan ke dalam sistem IASC.
Sementara 234.277 laporan lainnya dilaporkan langsung oleh korban ke sistem IASC.
Dari total laporan tersebut, tercatat 809.355 rekening telah dilaporkan, dengan 436.727 rekening di antaranya berhasil diblokir. Total dana korban yang telah diblokir sejauh ini mencapai Rp 566,1 miliar.
Selain itu, IASC juga mengidentifikasi 75.711 nomor telepon yang dilaporkan korban terkait tindak penipuan.
Dia menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas dan mempercepat penanganan kasus penipuan di sektor keuangan, terutama pada momentum meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat seperti bulan Ramadan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
Terkini
-
Mendag Terbitkan Aturan Baru, Begini Tata Cara Ekspor Komoditas SDA Lewat PT DSI
-
PLN Defisit 20 Juta Ton Batubara, Wamen ESDM Jamin Kuota RKAB 2026 Naik
-
TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Implementasi ESG untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Mulai Melemah Kembali Tapi Masih di level 6.200, Saham BBCA Gacor
-
Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS
-
Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun
-
Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?
-
Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg