Bisnis / Makro
Selasa, 17 Maret 2026 | 19:47 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Yogyakarta, Selasa (17/3/2026). [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyayangkan pandangan ekonom di TikTok tentang resesi akibat konflik AS-Iran.
  • Purbaya meminta para ekonom tersebut merujuk pada data resmi dan mengkritik tujuan mereka menyebar sensasi negatif.
  • Menkeu ragu mengajak debat karena menganggap ekonom TikTok tersebut tidak memiliki dasar atau pengetahuan ekonomi yang memadai.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih tak puas menyindir para ekonom yang mengatakan kalau Indonesia masuk resesi-krisis ekonomi akibat perang Amerika Serikat vs Iran.

Menkeu Purbaya menyebut kalau para ekonom itu menyebarkan pandangannya lewat media sosial TikTok. Ia meminta mereka untuk melihat data yang sesuai soal kondisi ekonomi RI.

"Coba lihat data yang betul, suruh belajar yang betul. Kalau memang jelek, kita betulin. Tapi kalau sudah bagus, kita betulin sebelah mana?" katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip Selasa (17/3/2026).

Purbaya beranggapan kalau para ekonom TikTok ini hanya sekadar mencari sensasi negatif ke ekonomi. Ia pun berasumsi kalau mereka mungkin telat untuk terjun ke pasar saham.

"Dia cuma menimbulkan sensasi negatif aja. Menimbulkan sentiment negatif ke ekonomi. Mungkin dia terlambat kemarin beli saham. Jadi pengin beli di bawah," lanjutnya.

Saat ditanya apakah dia ingin mengundang para ekonom itu, Purbaya menjawab kalau mereka tidak pernah belajar ekonomi. Walhasil diskusi yang terjadi hanya akan sia-sia.

"Mereka enggak pernah belajar ekonomi, enggak pernah kuliah ekonomi. Gimana debatnya? Saya debat sama orang pinggir jalan yang enggak jelas jadinya," imbuhnya.

"Saya juga belajar dulu, sampai pas masuk PhD aja enggak ngerti apa-apa. Jadi saya ngerti. Jadi kenapa enggak ajak debat? Apa yang didebatin? Dia enggak punya data. Lu saja pada percaya," tegas dia.

Baca Juga: Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri

Load More