- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyayangkan pandangan ekonom di TikTok tentang resesi akibat konflik AS-Iran.
- Purbaya meminta para ekonom tersebut merujuk pada data resmi dan mengkritik tujuan mereka menyebar sensasi negatif.
- Menkeu ragu mengajak debat karena menganggap ekonom TikTok tersebut tidak memiliki dasar atau pengetahuan ekonomi yang memadai.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih tak puas menyindir para ekonom yang mengatakan kalau Indonesia masuk resesi-krisis ekonomi akibat perang Amerika Serikat vs Iran.
Menkeu Purbaya menyebut kalau para ekonom itu menyebarkan pandangannya lewat media sosial TikTok. Ia meminta mereka untuk melihat data yang sesuai soal kondisi ekonomi RI.
"Coba lihat data yang betul, suruh belajar yang betul. Kalau memang jelek, kita betulin. Tapi kalau sudah bagus, kita betulin sebelah mana?" katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip Selasa (17/3/2026).
Purbaya beranggapan kalau para ekonom TikTok ini hanya sekadar mencari sensasi negatif ke ekonomi. Ia pun berasumsi kalau mereka mungkin telat untuk terjun ke pasar saham.
"Dia cuma menimbulkan sensasi negatif aja. Menimbulkan sentiment negatif ke ekonomi. Mungkin dia terlambat kemarin beli saham. Jadi pengin beli di bawah," lanjutnya.
Saat ditanya apakah dia ingin mengundang para ekonom itu, Purbaya menjawab kalau mereka tidak pernah belajar ekonomi. Walhasil diskusi yang terjadi hanya akan sia-sia.
"Mereka enggak pernah belajar ekonomi, enggak pernah kuliah ekonomi. Gimana debatnya? Saya debat sama orang pinggir jalan yang enggak jelas jadinya," imbuhnya.
"Saya juga belajar dulu, sampai pas masuk PhD aja enggak ngerti apa-apa. Jadi saya ngerti. Jadi kenapa enggak ajak debat? Apa yang didebatin? Dia enggak punya data. Lu saja pada percaya," tegas dia.
Baca Juga: Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri
Berita Terkait
-
Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri
-
Kenapa TikTok Lebih Ngerti Kamu daripada Pacar Sendiri? Bongkar Rahasia Algoritma FYP
-
Anggaran Jebol! Ambisi Netanyahu Lawan Iran Seret Israel ke Krisis Ekonomi
-
Respons Wacana Pemotongan Gaji Menteri, Purbaya: Gak Apa-apa, Sudah Kegedean Juga
-
Panen Cuan di Bulan Suci, UMKM Lokal Catat Kenaikan Penjualan Drastis
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen
-
Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'
-
Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
-
Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional
-
BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan
-
Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global
-
Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian
-
Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000