- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Pasar Beringharjo Yogyakarta pada Selasa (17/3/2026) untuk memantau ekonomi riil.
- Purbaya membeli beberapa kain batik cokelat untuk koleksi pribadi karena masukan warganet mengenai warna biru dominan.
- Purbaya menyatakan pasar tradisional masih hidup dan omzet tinggi, menepis isu daya beli masyarakat sedang mati suri.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi Pasar Beringharjo, Yogyakarta, pada Selasa (17/3/2026) siang.
Tak hanya datang memantau langsung kondisi ekonomi sektor riil di pasar tradisional, dalam kunjungannya Purbaya turut menyempatkan diri berinteraksi dengan para pedagang dan membeli sejumlah kain batik untuk koleksi pribadinya.
Purbaya tampak antusias memilih motif batik yang ditawarkan oleh pedagang.
"Ini, satu, ya, yang ini satu, iki piro mbak? Iki piro?" ucap Purbaya sambil menunjuk kain pilihannya.
"Itu Rp1,050,000 nanti potong buntutnya aja," kata si pedagang.
Tak lama, Purbaya langsung memutuskan untuk mengambil beberapa kain batik berwarna cokelat untuk dibawa pulang.
Saat ditanya mengenai harga batik tulis yang mencapai satu juta rupiah per potong, ia menilai harga tersebut sangatlah wajar mengingat proses pembuatannya yang rumit.
"1 juta sedeng lah untuk batik tulis, itu ngebatiknya berapa hari? Capek," ujar Purbaya.
Keputusan Purbaya memborong batik berwarna cokelat kali ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku ingin memperbarui penampilannya sebab sering mendapat komentar dari warganet mengenai koleksi batiknya yang didominasi warna biru.
Baca Juga: Respons Wacana Pemotongan Gaji Menteri, Purbaya: Gak Apa-apa, Sudah Kegedean Juga
"Kan katanya saya batiknya itu-itu aja, biru, makanya kita ganti supaya nggak biru terus. Ini batik baru ntar, ambil lima aja deh," tuturnya.
Selain untuk dikoleksi sendiri, Purbaya turut membeli beberapa potong kain untuk dibagikan kepada keluarga.
Usai berkeliling dan berbelanja di Pasar Beringharjo, Purbaya menepis anggapan yang menyebutkan bahwa pasar tradisional sedang mengalami mati suri akibat melemahnya daya beli masyarakat.
"Saya melihat denyut pasar masih hidup. Kalau saya lihat, saya ke Tanah Abang ramai, di sini (Beringharjo) ramai, di tempat lain juga Bandung saya tanya orang-orang ramai, outlet-outlet ramai. Jadi kelihatannya nggak semati suri yang dibilang oleh para pengamat itu," ujarnya.
Purbaya menambahkan bahwa omzet di Pasar Beringharjo tergolong sangat tinggi dan kondisi keramaian pasar menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih dalam tahap yang baik, meskipun memang belum sepenuhnya maksimal pasca-perlambatan ekonomi beberapa waktu lalu.
"Dan ini cukup banyak orang di sini, jadi seharusnya sih daya beli masih cukup baik. Mungkin belum sekuat yang diinginkan, tapi cukup baik lah, ke depan akan lebih bagus lagi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Respons Wacana Pemotongan Gaji Menteri, Purbaya: Gak Apa-apa, Sudah Kegedean Juga
-
Belum Ada Keputusan Pemangkasan, Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran MBG Aman
-
Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?
-
Untung Mana Bea Cukai Bubar atau Reformasi Total?
-
IHSG Jeblok Jelang Lebaran, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Bagus
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Kisah 'Militan' 10 Rekan Sekantor Kompak 'War' Tiket Demi Mudik Berjamaah ke Semarang
-
Israel Targetkan Ali Larijani, Tangan Kanan Pemimpin Iran Diklaim Tewas
-
4 Juta Warga DKI Tak Mudik, Kemenpar Dorong Tren Mudik ke Jakarta Saat Libur Lebaran
-
Warga Israel: Netanyahu dan Pejabat Aman Tentram, Kami Tiap Detik Bisa Mati Dirudal
-
Bantargebang Sudah Kritis, Pramono Anung Bakal Sanksi Warga Jakarta yang Tak Pilah Sampah
-
Sadis! Pasutri di Cirebon Habisi Nyawa Tukang Pijat Hamil 8 Bulan Demi Uang Rp83 Ribu
-
Pemulihan Pascabanjir Aceh Jelang Idul Fitri Disorot Media Asing
-
Anggaran Jebol! Ambisi Netanyahu Lawan Iran Seret Israel ke Krisis Ekonomi
-
Kemnaker Koordinasikan Mudik Gratis dengan 230 Armada Bus bagi 12.690 Pekerja dan Ojol
-
Manjakan Pemudik dan Wisatawan, Transjakarta Aktifkan Rute Pelabuhan Serta Siagakan Bus Wisata