-
Sampah plastik Indonesia diproyeksikan mencapai 9,9–12,4 juta ton/tahun (2025), mendorong Ajinomoto menjalankan inisiatif lingkungan berkelanjutan.
-
Inovasi kemasan ramah lingkungan berhasil mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada 2025.
-
Kolaborasi pengelolaan sampah dan program edukasi (Greenducation) telah menangani 352 ton sampah dan mengedukasi 2.400 orang.
Selama satu tahun, Program ini telah mengedukasi 2400 peserta dari komunitas, sekolah, dan warung makan mengenai dampak pilah sampah, sekaligus menyediakan drop box untuk memudahkan mitra warteg, warung, dan pelaku usaha kecil lainnya dalam menyetorkan kemasan-kemasan Ajinomoto mereka.
Tidak hanya menyasar masyarakat, Ajinomoto juga meningkatkan literasi lingkungan untuk karyawan sebagai bagian dari peran mereka sebagai Ajinomoto Health Provider.
Program Greenducation juga dilaksanakan di secara nasional. Edukasi ini mencakup pemilahan sampah menjadi tiga kategori organik, anorganik, dan residu serta penyediaan fasilitas drop box untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah di lingkungan kerja.
"Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab," ujar Grant Senjaya, Head of Corporate Communication – PT Ajinomoto Indonesia.
"Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat. Ajinomoto juga berharap rangkaian program ini dapat memberikan dampak nyata, mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan," tambahnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program keberlanjutan Ajinomoto Indonesia, kunjungi website resmi Ajinomoto Indonesia di www.ajinomoto.co.id atau ikuti kanal media sosial resmi Ajinomoto Indonesia.
Berita Terkait
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Keren, Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik Dibangun di Tangerang
-
Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan
-
Target 120 Juta Motor Listrik Dinilai Belum Realistis, IESR Soroti Infrastruktur dan Beban Fiskal
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week