- Pemerintah memanfaatkan lahan negara dan aset sitaan untuk mendukung program pembangunan perumahan rakyat, mengatasi keterbatasan lahan perkotaan.
- Menteri PKP telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung dan KPK untuk mengakses tanah negara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
- Lahan potensial diidentifikasi dari kementerian lain, seperti Kemdikbud Depok (45 hektar) dan dukungan dari PT Kereta Api Indonesia.
Suara.com - Pemerintah mulai membidik pemanfaatan lahan milik negara, termasuk aset hasil sitaan lembaga penegak hukum, untuk mendukung program pembangunan perumahan rakyat. Langkah ini dinilai menjadi salah satu terobosan dalam mengatasi keterbatasan lahan, khususnya di wilayah perkotaan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara, mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah institusi untuk mengakses lahan yang telah berkekuatan hukum tetap.
“Beberapa hari lalu saya dapat data dari Pak Jaksa Agung juga tanah yang cukup luas. Kemudian juga dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) juga sudah meminta kita berkirim surat untuk supaya bisa mendapatkan tanah-tanah yang sudah berkekuatan hukum tetap yang ada di KPK,” kata Ara di Jakarta, dikutip Rabu (18/3/2026).
Ara menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menginventarisasi berbagai sumber lahan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan rumah subsidi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan lahan tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan hunian.
Selain dari lembaga penegak hukum, pemerintah juga mengidentifikasi lahan dari kementerian dan lembaga lain yang dinilai strategis untuk pengembangan perumahan.
“Di Depok kita sedang mengurus ada 45 hektar dari Kemdikbud. Pak Hasyim juga Ketua Satgas juga sudah men-support dari kereta api. Jadi saya pikir jaringan-jaringan ini akan baik,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ara juga menyebut adanya potensi lahan di wilayah lain seperti Banten, yang dinilai dapat memperluas jangkauan pembangunan hunian bagi masyarakat.
Ia menilai, pemanfaatan lahan negara menjadi kunci penting dalam mempercepat pembangunan perumahan, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini menghadapi kendala akses.
“Dan juga saya sudah mendapatkan masukan-masukan juga. Kemudian beberapa hari lalu saya dapat data dari Pak Jaksa Agung juga tanah yang cukup luas,” ucapnya.
Baca Juga: Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia
Ara menegaskan, pemerintah ingin memastikan setiap aset negara dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik, termasuk penyediaan hunian layak.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat pengurangan backlog perumahan nasional, khususnya di kawasan perkotaan yang kebutuhannya terus meningkat.
“Jadi saya pikir itu yang saya mau sampaikan kepada teman-teman bahwa hari ini kita betul-betul mau mendengarkan semua pihak,” ucap Ara.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program ini, mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah hingga sektor swasta.
"Dengan dukungan berbagai pihak, pemanfaatan lahan negara termasuk aset sitaan ini dapat menjadi solusi konkret dalam mempercepat pembangunan perumahan rakyat di Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis
-
Askrindo Berangkatkan 500 Pemudik ke 13 Rute Dengan Asuransi Gratis
-
Armada Mobil Tangki Ditambah, Stok BBM Dijamin Tak Langka Selama Mudik
-
BRI Life Siapkan Proteksi Khusus Momen Mudik Lebaran 2026
-
Prabowo Serukan Pakai Kompor dan Kendaraan Listrik, Ini Kata Pengamat
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI
-
Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan
-
Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%
-
MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana
-
Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO
-
BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi
-
Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia
-
Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik
-
Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak
-
BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!