- Harga minyak Brent dan WTI melonjak signifikan pasca Iran menyerang fasilitas energi, menandai eskalasi konflik di Timur Tengah.
- Serangan Iran menyebabkan kerusakan fasilitas di Ras Laffan Qatar dan menghentikan jalur distribusi vital melalui Selat Hormuz.
- Amerika Serikat merespons dengan kebijakan darurat, termasuk dispensasi Undang-Undang Jones Act, untuk meredam dampak krisis energi.
Suara.com - Harga minyak dunia ditutup menguat dan kembali melonjak dalam perdagangan lanjutan setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas energi di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi ini menandai peningkatan signifikan konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dilansir Bloomberg, harga minyak mentah Brent tercatat naik 3,8 persen ke level 107,38 dolar AS atau sekitar Rp1,8 Juta per barel saat penutupan perdagangan. Kenaikan berlanjut di sesi setelah penutupan, dengan lonjakan tambahan sebesar 5,6 persen.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik tipis 0,1 perse ke 96,32 dolar AS per barel, sebelum menguat hingga 4 persen dalam perdagangan lanjutan.
Kenaikan harga minyak dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah Iran menyerang sejumlah fasilitas energi strategis di kawasan.
Perusahaan minyak dan gas milik negara Qatar melaporkan bahwa kawasan industri Ras Laffan mengalami kerusakan signifikan akibat serangan rudal Iran.
Di sisi lain, Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal balistik yang diarahkan ke ibu kota Riyadh, serta menggagalkan serangan drone ke fasilitas gas di wilayah timur negara tersebut.
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan evakuasi terhadap sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
Fasilitas-fasilitas tersebut disebut berpotensi menjadi target serangan dalam beberapa jam ke depan.
Baca Juga: Singgung Nuklir, Iran: Selat Hormuz Ditutup Total Bagi AS dan Israel!
Peringatan ini muncul setelah serangan terhadap ladang gas South Pars milik Iran, yang menurut laporan media Israel dilakukan oleh Israel dengan persetujuan Amerika Serikat. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara terkait keterlibatan tersebut.
Analis dari SEB, Ole Hvalbye, menyebut bahwa serangan terhadap infrastruktur energi Iran telah mendorong kenaikan harga minyak dan gas global. Ia menambahkan, eskalasi lanjutan berpotensi memperburuk kondisi pasar energi dunia.
Konflik yang terus berkembang juga berdampak pada jalur distribusi energi global. Pengiriman melalui Selat Hormuz jalur vital yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia dilaporkan terhenti.
Akibatnya, produksi minyak di kawasan Timur Tengah diperkirakan turun antara 7 hingga 10 juta barel per hari, setara dengan 7 persen hingga 10 persen dari total permintaan global.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan darurat untuk meredam dampak krisis.
Kebijakan tersebut mencakup pemberian dispensasi selama 60 hari terhadap Undang-Undang Jones Act, yang memungkinkan kapal berbendera asing mengangkut bahan bakar dan barang lainnya antar pelabuhan domestik.
Pemerintah AS juga dilaporkan akan melonggarkan aturan pengurangan emisi untuk bensin musim panas. Namun, langkah-langkah tersebut dinilai hanya memberikan dampak terbatas terhadap pergerakan harga bahan bakar di pasar global.
Berita Terkait
-
Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia
-
Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis
-
Prabowo Serukan Pakai Kompor dan Kendaraan Listrik, Ini Kata Pengamat
-
Bursa Saham AS Berbalik Menguat di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran 'Selesai'
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri
-
Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?
-
Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik
-
Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil
-
PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional
-
Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794
-
Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir
-
Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi
-
Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%