- Eni perusahaan migas Italia mengambil Keputusan Investasi Akhir (FID) untuk proyek gas laut dalam bernilai $15 miliar di lepas pantai Kalimantan Timur pada 20 Maret 2026.
- Proyek ini meliputi South Hub dan North Hub yang ditargetkan mulai produksi tahun 2028 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
- Pengembangan ini memanfaatkan infrastruktur yang ada serta fasilitas baru, diproyeksikan menghasilkan 2 Miliar kaki kubik gas per hari.
Suara.com - Eni, rakasasa energi asal Italia, mengambil langkah strategis berupa keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID) proyek pengembangan gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan proyek raksasa senilai 15 miliar dolar AS ini mencakup pengembangan Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub).
"Eni mengambil langkah final investment decision (FID) dalam pengembangan gas laut dalam di lepas pantai Kaltim," ujar Djoko Jumat (20/3/2026).
Menurut Djoko, keputusan investasi Eni tersebut merupakan sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap sektor hulu migas Indonesia, yang tidak hanya akan meningkatkan produksi gas nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dalam jangka panjang.
Keputusan Eni, lanjutnya, menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.
"Keputusan FID termasuk cepat karena diambil hanya sekitar 18 bulan setelah persetujuan plan of development (POD) pada 2024, yang mencerminkan percepatan pengembangan proyek migas laut dalam di Indonesia," tambah Djoko.
Proyek tersebut bakal memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang sudah tersedia, antara lain penggunaan fasilitas Jangkrik Floating Production Unit (FPU) dan reaktivasi Train F Kilang LNG Bontang, yang akan menekan biaya sekaligus mempercepat komersialisasi gas.
"Untuk South Hub, dilakukan pada kedalaman laut antara 1.000 hingga 1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi yang dihubungkan ke fasilitas Jangkrik," jelasnya.
Kemudian, untuk North Hub mencakup pengeboran 16 sumur pada kedalaman hingga 2.000 meter, yang terhubung ke fasilitas produksi terapung (floating production storage and offloading (FPSO) baru.
Baca Juga: Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas
Djoko melanjutkan fasilitas produksi terapung tersebut memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari satu miliar kaki kubik gas per hari atau 1.000 MMSCFD serta 90.000 barel kondensat per hari.
Adapun proyek diperkirakan memiliki potensi sumber daya hingga 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat.
Produksi dari kedua proyek tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029, dengan kapasitas sekitar dua miliar kaki kubik gas per hari.
Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke darat untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung produksi LNG Bontang untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.
Investasi Eni bakal memberikan dampak ekonomi luas, yang diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja.
Proyek itu juga akan menjadi bagian dari rencana kerja sama bisnis antara Eni dan Petronas, Malaysia, yang berencana membentuk entitas baru dengan target produksi gabungan lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.
Berita Terkait
-
SKK Migas Ungkap Potensi Besar Asuransi di Balik Agresivitas Pengeboran
-
Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026
-
SKK Migas dan PetroChina Mulai Garap Pengeboran Jabung Tahun 2026
-
Dongkrak Produksi Minyak di Papua, SKK Migas dan Petrogas Mulai Injeksi Kimia di Lapangan Walio
-
VP Sekretaris SKK Migas Tewas, Sepeda Melaju 30-40 Km/Jam Sebelum Hantam Bus TransJakarta
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan
-
Siasat Airlangga Hadapi Gejolak Timur Tengah: Defisit APBN Tetap di Bawah 3%, ASN Bakal WFH?