Bisnis / Energi
Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:56 WIB
Harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi seperti solar dan Pertalite tidak akan naik meski harga minyak dunia saat ini berada di atas 100 dolar AS per barel, demikian kata Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM subsidi tetap tidak naik meskipun minyak dunia melampaui 100 dolar AS.
  • Pemerintah menyerap dampak kenaikan harga energi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak membebani masyarakat.
  • Mekanisme subsidi energi telah dihitung dalam kerangka tahunan, termasuk langkah penghematan demi menjaga kesehatan fiskal negara.

Suara.com - Harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi seperti solar dan Pertalite tidak akan naik meski harga minyak dunia saat ini berada di atas 100 dolar AS per barel, demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menyerap tekanan kenaikan harga energi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak membebani masyarakat.

"Tidak (BBM tidak naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan, nanti kayak negara-negara lain pada panik orang-orang," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan mekanisme subsidi energi telah dirancang dalam kerangka tahunan, sehingga dampak fluktuasi harga minyak global sudah diperhitungkan dalam postur anggaran.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kesehatan fiskal, baik melalui penghematan belanja maupun peningkatan pendapatan negara.

"Kan subsidi kita diatur dihitung selama setahun penuh. Meskipun dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Kita akan melakukan langkah-langkah entah penghematan, entah ini peningkatan pendapatan supaya APBN kita aman dan sampai sekarang hitungannya masih aman," jelasnya.

Purbaya menekankan peran APBN sebagai peredam gejolak (shock absorber) sangat penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal tanpa lonjakan beban biaya.

Ia mengingatkan, jika tekanan energi langsung diteruskan ke masyarakat, hal tersebut berpotensi memicu kepanikan seperti yang terjadi di sejumlah negara lain.

"Jadi masyarakat mesti ngerti juga bahwa APBN adalah meng-absorb shock seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya, kegiatannya tanpa kenaikan beban yang berlebihan. Itu yang kadang-kadang dilupakan orang," kata Purbaya.

Baca Juga: Apa Kata Bahlil tentang Nasib Pertalite di Tengah Konflik Panas AS, Israel, dan Iran?

Load More