- PT Agincourt Resources (PTAR) boleh mengelola lagi tambang emas Martabe berdasarkan kajian lingkungan yang kuat.
- Operasional PTAR ditangguhkan sejak akhir tahun lalu karena diduga memperparah bencana banjir di Sumatera Utara.
- Perusahaan harus menyelesaikan audit lingkungan terintegrasi sebagai syarat utama izin operasi tambang tersebut.
Suara.com - PT Agincourt Resources (PTAR), perusahaan anak usaha PT United Tractors (UNTR( yang mengelola tambang emas Martabe di Sumatera Utara, secara kajian lingkungan dapat kembali beroperasi meski kepastian operasionalnya masih menunggu proses lebih lanjut.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan perkembangan tersebut pada awal pekan ini setelah tambang milik perusahaan di bawah konglomersi PT Astra International (ASII) tersebut sudah tak beroperasi sejak akhir tahun lalu.
"Tapi Agincourt ini kajian lingkungannya sudah cukup sangat kokoh. Jadi kemarin juga atas rapat terbatas dengan (Satgas) PKH, kita mengizinkan untuk operasional tapi dengan catatan menyelesaikan audit lingkungan yang sedang berjalan," kata Menteri Hanif.
Audit lingkungan yang sudah berjalan itu kemudian diminta untuk terintegrasi dengan dokumen lingkungan, seperti yang dilakukan dengan PT Gag Nikel di Raja Ampat. Sementara untuk perusahaan tidak melakukan audit secara proper, jelasnya, akhirnya dicabut izin lingkungannya.
"Kalau Agincourt dari kajian kita secara teknis boleh beroperasi. Namun sekali lagi nanti tim lebih lanjut seperti apa. Karena kita tidak boleh bohong ya, kalau memang itu boleh operasi ya boleh operasi, kalau memang tidak, tidak," tuturnya.
Tidak hanya tambang emas tersebut, dia mengatakan seluruh ekstraksi tambang batu bara dan mineral sedang menjalani evaluasi oleh KLH/BPLH.
"Namun memang kajian-kajian terkait penguatan lingkungan sambil diformulasikan di dalam bentuk audit lingkungan. Jadi semua kita perlakukan sama, tidak hanya Agincourt. Seluruh ekstraksi tambang batubara dan mineral hari ini telah memasuki masa evaluasi kami," tuturnya.
Sebelumnya dalam pernyataan pada Jumat (13/3/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan menyatakan belum ada proses administrasi dari tindak lanjut pengumuman pencabutan izin tambang emas PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas Martabe di Sumatera Utara.
Dalam kesempatan itu dia menyebut status pengelolaan tambang emas Martabe yang berlokasi di Sumatera Utara akan diumumkan pekan depan.
Baca Juga: Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
"Minggu depan, insyaallah minggu depan," ujar Bahlil ketika ditemui saat acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.
Sebelumnya PT Agincourt Resources dilarang beroperasi pada akhir 2025 lalu karena diduga turut memperparah banjir serta longsor di Sumatera Utara pada November kemarin. Tambang Emas Martabe berlokasi di sekitar Sungai Batang Toru, Tapanuli Selatan salah satu daerah yang paling parah disapu banjir serta longsor pada akhir tahun lalu.
KLH juga menggugat PTAR ke pengadilan dengan nilai ganti rugi mencapai Rp200 miliar.
Lalu pada Januari 2026, Satgas PKH secara sepihak mencabut izin PTAR di tambang emas Agincourt dan mengatakan akan menyerahkan tambang tersebut untuk dikelola oleh BUMN baru yakni PT Perminas.
Kini belum diketahui kapan PTAR akan beroperasi kembali di tambang emas Martabe.
Berita Terkait
-
Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang
-
Pemerintah Diminta Jelaskan Status Tambang Emas Martabe
-
Saham ASII Diborong Lagi saat Harganya Murah
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Nasib Tambang Emas Martabe Diumumkan Pekan Depan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market
-
BI Rate Naik ke 5,75 Persen, CEO Danantara Minta Penyaluran Kredit Tetap Terjaga
-
Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran
-
Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi
-
Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI
-
Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan
-
Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%
-
MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana
-
Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO
-
BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi