- Tokocrypto meluncurkan berbagai fitur baru sepanjang 2025, berfokus pada kemudahan, keamanan, dan potensi keuntungan pengguna.
- Fitur unggulan meliputi Rewards Hub, staking fleksibel untuk 80 aset, dan adopsi teknologi AI untuk analisis pasar kripto.
- Sepanjang 2025, Tokocrypto mencapai transaksi Rp50 triliun serta menyelenggarakan 168 program edukasi di lebih dari 50 kota.
Suara.com - Salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Tokocrypto, menghadirkan berbagai fitur baru sepanjang 2025 guna mempermudah aktivitas trading dan investasi bagi penggunanya.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan bahwa seluruh pengembangan fitur tersebut berfokus pada kemudahan, keamanan, serta potensi keuntungan bagi pengguna.
“Sepanjang 2025, industri kripto menghadapi volatilitas pasar dan dinamika kebijakan global. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi ujian bagi pelaku industri untuk memperkuat fondasi bisnis dan kesiapan menghadapi perubahan pasar,” ujar Calvin, dilansir dari Antara.
Pemaparan itu disampaikan dalam forum tahunan Indonesia Crypto Outlook 2026 (ICO 2026), yang menjadi wadah diskusi antara regulator, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus menyusun strategi ke depan berbasis kepercayaan, tata kelola, dan kepatuhan regulasi.
Fitur Baru untuk Permudah Pengguna
Sepanjang 2025, Tokocrypto memperluas akses hingga 480 aset kripto yang bisa dibeli langsung menggunakan rupiah tanpa biaya platform.
Salah satu fitur unggulan yang diluncurkan adalah Rewards Hub, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai promo dan hadiah secara real-time dalam satu halaman, dengan total nilai reward mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut Head of Product and Engineering Tokocrypto Dematio, fitur ini dirancang agar pengguna tidak lagi ketinggalan program promo karena semua informasi tersedia dalam satu tempat.
Untuk investor jangka panjang, Tokocrypto juga menghadirkan fitur staking dengan lebih dari 80 aset kripto. Dematio menekankan bahwa fitur ini menawarkan fleksibilitas tinggi karena aset dapat ditarik kapan saja tanpa penalti, sehingga tetap produktif dan menghasilkan keuntungan.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT
Selain itu, Tokocrypto turut mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) guna membantu pengguna memahami pergerakan pasar kripto secara lebih cepat, ringkas, dan terarah.
Fitur lain yang turut diperkenalkan adalah layanan chat komunitas, yang memungkinkan pengguna berdiskusi, berbagi informasi, hingga belajar trading dari level pemula hingga lanjutan, termasuk memantau listing aset baru secara langsung.
Tokocrypto juga memperkuat layanannya melalui berbagai fasilitas tambahan seperti Tokocrypto Prestige untuk pengguna VIP dan institusional, OTC desk untuk transaksi dalam jumlah besar, serta kehadiran TKO Foundation sebagai fondasi pengembangan ekosistem jangka panjang.
Berbagai inovasi tersebut melengkapi capaian Tokocrypto sepanjang 2025, termasuk lebih dari 1.000 kolaborasi merek, nilai transaksi melampaui Rp50 triliun, serta 168 program edukasi yang menjangkau 50 kota dan lebih dari 125.000 peserta di seluruh Indonesia, termasuk Papua.
Berita Terkait
-
Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT
-
Masih Dibanderol USD 69.000, Begini Ramalan Harga Bitcoin
-
Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp24,33 triliun
-
Apakah Halal Investasi Aset Kripto? Begini Kata Fatwa Muhammadiyah
-
Jaga Transparansi, Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan Industri Digital
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun