- Perdagangan saham Wall Street anjlok pada Kamis, dipicu ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi sentimen investor.
- Indeks Nasdaq Composite turun 2,4 persen, resmi masuk wilayah koreksi setelah mencapai penurunan lebih dari 10 persen.
- Harga minyak dunia menguat akibat konflik Timur Tengah, sementara Trump kemudian mengumumkan perpanjangan penangguhan serangan selama 10 hari.
Suara.com - Perdagangan saham di Wall Street anjlok pada Kamis, 27 Maret 2026. Hal ini, seiring meningkatnya ketidakpastian terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali membayangi sentimen investor.
Mengutip Investing.com, indeks Nasdaq Composite merosot 2,4 persen ke level 21.408,08 dan resmi masuk wilayah koreksi setelah turun lebih dari 10 persen dari rekor penutupan tertingginya di 23.958,47.
Sementara itu, indeks acuan S&P 500 turun 1,7 persen menjadi 6.478,41. Adapun Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi 1 persen ke posisi 45.959,43.
Tekanan di pasar saham muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ketidakpastian terkait peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.
"Iran memohon untuk membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah kita mampu melakukan itu. Saya tidak tahu apakah kita bersedia melakukan itu. Seharusnya mereka sudah melakukannya empat minggu lalu," kata Trump dalam rapat kabinet.
Di sisi lain, harga minyak dunia justru menguat seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah, menambah tekanan terhadap pasar saham global.
Namun, tak lama setelah penutupan pasar, Trump menyatakan akan memperpanjang penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari.
"Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik," tambahnya.
Pasar pun bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir, dipengaruhi oleh arus berita yang saling bertolak belakang terkait perkembangan konflik.
Baca Juga: Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global
"Pergerakan pasar hari ini mencerminkan betapa sensitifnya investor terhadap berita harian seputar konflik Iran. Dengan sinyal yang berubah-ubah mengenai apakah resolusi dapat dicapai, pasar berdagang dengan keyakinan yang terbatas. Rentang kemungkinan hasilnya masih luas. Resolusi yang cepat kemungkinan akan menyebabkan reli yang kuat, meskipun awalnya emosional," kata Keith Lerner, kepala investasi dan kepala strategi pasar di Truist.
Ia menambahkan, risiko tekanan pasar masih terbuka jika konflik berlarut-larut, terutama jika harga energi terus meningkat atau imbal hasil obligasi naik signifikan.
"Sampai ada kejelasan yang lebih besar, volatilitas kemungkinan akan tetap didorong oleh berita utama dan bukan oleh fundamental," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Rp9,1 Triliun Duit Masyarakat Hilang Akibat Ditipu Lewat Scam Digital
-
Indri Wahyuni Juri LCC MPR Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo
-
Harga Minyak Brent dan WTI Bergerak Tipis, Damai ASIran Kembali Gagal
-
Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS
-
Emas Antam Tiba-tiba Lompat Tinggi, Harga Tembus Rp 2.859.000/Gram
-
BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit
-
Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946
-
Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI
-
Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun
-
Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani