Bisnis / Makro
Jum'at, 03 April 2026 | 11:28 WIB
Ilustrasi Petani memanen padi. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom)
Baca 10 detik
  • Badan Pusat Statistik memproyeksikan produksi beras nasional periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 16,57 juta ton.
  • Angka produksi beras tersebut mengalami penurunan sebesar 380 ribu ton atau 2,2 persen dibanding tahun 2025.
  • Penurunan produksi beras disebabkan berkurangnya luas panen padi sebesar 0,13 juta hektar dibandingkan periode sebelumnya.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional selama Januari-Mei 2026 mencapai 16,57 juta ton. Angka ini menurun 380 ribu ton atau 2,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

"Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Mei tahun 2026 diperkirakan mencapai 16,57 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,38 juta ton, atau menurun 2,2 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers, dikutip Jumat (3/4/2026).

Dalam paparannya, Ateng menerangkan kalau produksi beras nasional menurun karena luas panen yang kemudian berdampak pada produksi padi atau gabah.

Pada Februari 2026, luas panen padi sebenarnya mencapai 0,94 juta hektar atau mengalami peningkatan sebesar 23,62 persen jika dibandingkan pada bulan Februari tahun 2025 yang sebesar 0,76 juta hektar.

Namun potensi luas panen pada Maret hingga Mei 2026 diperkirakan mencapai 3,85 juta hektar atau mengalami penurunan sebesar 0,46 juta hektar, menurun 10,60 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Dengan demikian, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Mei 2026 diperkirakan mencapai 5,35 juta hektar atau mengalami penurunan sebesar 0,13 juta hektar atau menurun 2,35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025," beber dia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono saat konferensi pers virtual pada Rabu (2/4/2026). [Screenshot YouTube BPS]

Sejalan dengan gambaran luas panen, produksi padi pada Februari tahun 2026 diperkirakan mencapai 5,05 juta ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami peningkatan 27,41 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025 yang mencapai 3,96 juta ton per GKG.

Sementara itu, untuk potensi produksi padi pada Maret hingga Mei 2026 diperkirakan sebesar 20,68 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebesar 2,59 juta ton GKG. Ini menurun 11,12 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

"Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan bulan Mei tahun 2026 diperkirakan mencapai 28,77 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebesar 0,65 juta ton GKG atau menurun sebesar 2,2 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025," paparnya.

Baca Juga: BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun

Kendati begitu, Ateng tak menampik angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada beberapa kondisi pertanaman sepanjang Maret hingga Mei 2026.

"Contohnya di sini ketika ada serangan hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) ketika nanti ada banjir, ketika kekeringan, ketika misalnya waktu pelaksanaan panen oleh petaninya bergeser, maka ini tentunya akan mengalami perubahan potensi yang sudah tadi saya uraikan tersebut," pungkasnya.

Load More