- BPS melakukan verifikasi terhadap 106 ribu pasien katastropik BPJS PBI yang sempat dinonaktifkan pemerintah pada Januari lalu.
- Sebanyak 9.401 peserta tidak ditemukan keberadaannya, sementara 3.934 peserta lainnya diketahui sudah meninggal dunia namun masih terdaftar.
- Menteri Sosial akan memadankan data dengan BPJS Kesehatan dan mengalihkan alokasi anggaran kepada penerima manfaat yang layak.
Suara.com - Sebanyak 9.401 peserta BPJS PBI dengan penyakit katastropik tidak diketahui keberadaannya. Selain itu, sebanyak 3.934 orang ditemukan sudah meninggal dunia, namun masih terdaftar dalam kepesertaan BPJS PBI.
Temuan itu berdasarkan ground check tahap pertama yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap 106 ribu pasien katastropik yang status BPJS PBI-nya sempat dinonaktifkan pemerintah pada Januari lalu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, ribuan peserta yang belum terlacak masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.
“9.000 lebih belum ditemukan, artinya belum diketahui mungkin karena alamatnya pindah atau juga belum mau ditemui atau seperti apa, ini masih perlu waktu untuk menjawabnya,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, dari total 106 ribu pasien katastropik yang dilakukan pengecekan, sekitar 89 ribu peserta telah berhasil diidentifikasi dan diverifikasi secara langsung.
Sementara itu, untuk 9.401 peserta yang belum ditemukan, Kementerian Sosial akan melakukan pemadanan data dengan BPJS Kesehatan guna memastikan keberadaan mereka.
“Penting sekali untuk melakukan pemadanan dengan data BPJS Kesehatan. Maka besok, insyaallah tim akan meluncur ke BPJS Kesehatan untuk memastikan yang 9.000 ini, mungkin pindah rumah sakit atau pindah tempat, yang kita perlu memastikan, dan itu kita butuh waktu,” jelasnya.
Di sisi lain, terkait temuan peserta yang telah meninggal dunia namun masih tercatat sebagai penerima BPJS PBI, Gus Ipul memastikan alokasi anggaran tidak berkurang dan langsung dialihkan kepada penerima manfaat lain yang sesuai kriteria.
“Yang meninggal dunia sudah otomatis dialihkan kepada penerima manfaat yang lain karena alokasinya tidak berkurang,” kata dia.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
Berita Terkait
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
-
Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan
-
Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief