- MedcoEnergi resmi raih PSC Cendramas di Malaysia dengan kepemilikan 50% sekaligus jadi operator.
- Kontrak mulai berlaku 23 Sept 2026, bermitra dengan DIALOG Resources dan EnQuest Petroleum.
- Lokasi dekat blok Natuna dukung sinergi operasional dan efisiensi teknis bagi portofolio MEDC.
Suara.com - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terus memperkuat taji di pasar energi regional. Melalui anak usahanya, Medco Asia Pacific Limited, emiten migas besutan keluarga Panigoro ini resmi menandatangani Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Cendramas dengan Petronas pada 31 Maret 2026.
Dalam kesepakatan tersebut, MedcoEnergi tidak hanya sekadar menanamkan modal, namun juga memegang kendali operasional. Medco Asia Pacific Limited menguasai 50% participating interest sekaligus bertindak sebagai operator di blok tersebut.
Adapun sisa kepemilikan terbagi rata kepada dua mitra strategis lainnya, yakni DIALOG Resources Sdn. Bhd. dan EnQuest Petroleum Production Malaysia Ltd., yang masing-masing menggenggam 25% saham partisipasi. Kontrak ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 23 September 2026.
Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyambut positif kolaborasi strategis di Negeri Jiran tersebut. Ia menegaskan komitmen perseroan untuk menjaga standar operasional tinggi dalam mengelola aset baru ini.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan PETRONAS kepada MedcoEnergi sebagai Operator PSC Cendramas dan akan bekerja sama dengan para mitra untuk memastikan operasi yang aman, andal, dan efisien," ujar Hilmi dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (3/4/2026).
Langkah MedcoEnergi mencaplok PSC Cendramas dinilai sebagai langkah taktis. Secara geografis, lokasi blok ini terletak berdekatan dengan wilayah operasi eksisting perseroan, yakni South Natuna Sea Block B.
Kedekatan lokasi ini memberikan keuntungan strategis bagi MEDC. Perseroan melihat adanya kesamaan karakteristik geologi dan teknis antara Cendramas dengan blok di Natuna. Hal ini diharapkan mampu menciptakan sinergi operasional yang kuat, menekan biaya, serta mengoptimalkan keahlian teknis yang sudah dimiliki tim Medco sebelumnya di kawasan tersebut.
Ekspansi ini sekaligus mempertegas strategi jangka panjang MedcoEnergi untuk terus memperluas portofolio aset di tingkat regional melalui eksekusi proyek yang terukur demi mengerek nilai tambah bagi pemegang saham.
Baca Juga: Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara