- Harga minyak dunia meningkat 4 dolar AS pada 2 April 2026 akibat rencana serangan militer Amerika Serikat ke Iran.
- Presiden Donald Trump menyatakan operasi militer segera berakhir, namun eskalasi serangan rudal tetap terjadi di perairan Qatar.
- IEA memperingatkan gangguan pasokan minyak akibat konflik ini akan berdampak buruk terhadap perekonomian Eropa mulai bulan April ini.
Suara.com - Harga minyak dunia kembali menguat sebesar 4 dolar AS pada Kamis 2 April 2026. Kenaikan harga terjadi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kelanjutan serangan militer AS ke Iran yang menyasar infrastruktur energi dalam beberapa pekan mendatang.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik 4,88 dolar AS atau 4,8 persen, menjadi 106,04 dolar AS per barel pada pukul 02.00 GMT (09.00 WIB).
Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka naik 4,17 dolar AS atau 4,2 persen, menjadi 104,29 dolar AS per barel.
Berdasarkan pernyataannya yang disiarkan lewat televisi, Trump mengklaim, militer AS hampir menuntaskan target operasi di Iran dan memprediksi perang akan segera berakhir, meski tanpa jadwal yang pasti.
"Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kami sudah sangat dekat," katanya.
Namun, di lapangan, menurut laporan Kementerian Pertahanan Qatar, eskalasi justru meningkat dengan serangan rudal jelajah Iran terhadap kapal tanker sewaan QatarEnergy di wilayah perairan negara tersebut pada Rabu (1/4/2026).
Kondisi ini memicu peringatan dari Badan Energi Internasional (IEA) bahwa gangguan pasokan minyak akan mulai memukul perekonomian Eropa pada April mendatang. Krisis ini baru dirasakan sekarang karena stok kargo dari kontrak pra-perang mulai habis.
Berita Terkait
-
Purbaya Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global
-
Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global
-
Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya
-
Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%
-
Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia