- Harga minyak dunia melemah pada Selasa karena pasar merespons positif potensi de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Presiden Amerika Serikat dan Iran memberikan sinyal kesediaan menghentikan operasi militer untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
- Harga minyak Brent dan WTI turun signifikan akibat berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.
Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa, seiring beralihnya minat pelaku pasar ke aset berisiko seperti saham di tengah meningkatnya harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
Mengutip Investing, sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militer terhadap Iran.
Selain itu, pernyataan dari Presiden Iran yang mengindikasikan negaranya siap mengakhiri perang jika diberikan jaminan keamanan turut menenangkan kekhawatiran pasar.
harga minyak Brent berjangka kontrak Juni sebagai acuan global turun 2,5 persen menjadi 104,75 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,6 persen ke level 102,27 dolar AS per barel.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam setelah insiden kebakaran kapal tanker minyak Kuwait di pelabuhan Dubai. Pemilik kapal menyebut kebakaran tersebut dipicu oleh serangan Iran, sehingga sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
Namun, reli tersebut tidak bertahan lama. Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Trump memberi sinyal kepada para ajudannya mengenai kesediaan untuk menghentikan kampanye militer terhadap Iran tanpa membuka kembali Selat Hormuz.
Keputusan itu didasari pertimbangan bahwa upaya membuka jalur strategis tersebut membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal konflik yang hanya empat hingga enam minggu. Fokus utama AS disebut telah tercapai, yakni melemahkan kekuatan angkatan laut dan kemampuan rudal Iran.
Selanjutnya, Washington disebut akan menekan Teheran melalui jalur diplomasi untuk membuka kembali jalur pelayaran, bahkan mendorong sekutu di Eropa dan kawasan Teluk untuk mengambil peran lebih besar.
Harga minyak pun semakin tertekan di akhir sesi setelah televisi pemerintah Iran melaporkan kesiapan negara tersebut untuk mengakhiri perang, dengan syarat adanya jaminan terhadap serangan lanjutan. Pernyataan itu mengutip Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Baca Juga: Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran
Meski demikian, risiko terhadap pasokan global masih membayangi. Penutupan Selat Hormuz dalam waktu lama berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia, mengingat sekitar 20 persen pasokan global melewati jalur tersebut.
Kondisi ini membuat pasar tetap waspada, meskipun harapan meredanya konflik mulai memberikan tekanan ke bawah pada harga minyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
BEI Resmi Ubah Aturan Free Float, Emiten Wajib Tingkatkan Porsi Saham Publik Bertahap
-
Mendagri Tito Minta Pemda Efisiensi Anggaran Daerah, Wajib Lapor Tiap 2 Bulan
-
Wajib ke Kantor! Ini Daftar Jabatan dan Unit ASN Daerah yang Tidak Boleh WFH
-
Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi