Bisnis / Keuangan
Jum'at, 03 April 2026 | 14:04 WIB
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
Baca 10 detik
  • IHSG pekan ini terkoreksi 0,99% ke level 7.026 seiring menyusutnya kapitalisasi pasar bursa.
  • Meski frekuensi naik, nilai transaksi harian anjlok 36,6% menjadi Rp14,77 triliun.
  • Asing terus lepas saham, akumulasi jual bersih (net sell) sepanjang 2026 tembus Rp33,83 T.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal parkir di zona hijau pada pekan ini. Meski aktivitas transaksi harian terpantau ramai, namun tekanan jual yang masif membuat indeks kebanggaan bursa domestik ini harus rela terkoreksi.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/4/2026), IHSG selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026 melemah 0,99% ke level 7.026,782. Padahal, pada penutupan pekan sebelumnya, IHSG masih gagah berada di posisi 7.097,057.

Sejalan dengan rontoknya indeks, nilai kapitalisasi pasar alias market cap ikut terseret. Tercatat, total valuasi saham di BEI menyusut 1,69% menjadi Rp 12.305 triliun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 12.516 triliun.

"Rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 8,62% menjadi 25,87 miliar lembar saham. Tekanan lebih dalam terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian yang anjlok 36,69% menjadi Rp 14,77 triliun," tulis keterangan resmi BEI, Jumat (3/4/2026).

Menariknya, di tengah pelemahan indeks, minat investor untuk bertransaksi justru terlihat dari kenaikan rata-rata frekuensi transaksi harian. Angkanya naik 3,08% menjadi 1,78 juta kali transaksi per hari.

Rupanya 'pesta' jual bersih masih berlanjut. Pada perdagangan hari ini saja, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 813,51 miliar. Jika ditarik sepanjang tahun berjalan (ytd) di 2026, total dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sudah mencapai Rp 33,83 triliun.

Dinamika ini menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap berbagai sentimen domestik maupun global. Para investor nampaknya masih cenderung berhati-hati di tengah fluktuasi pasar yang cukup dinamis sepanjang pekan ini.

Load More