- IHSG pekan ini terkoreksi 0,99% ke level 7.026 seiring menyusutnya kapitalisasi pasar bursa.
- Meski frekuensi naik, nilai transaksi harian anjlok 36,6% menjadi Rp14,77 triliun.
- Asing terus lepas saham, akumulasi jual bersih (net sell) sepanjang 2026 tembus Rp33,83 T.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal parkir di zona hijau pada pekan ini. Meski aktivitas transaksi harian terpantau ramai, namun tekanan jual yang masif membuat indeks kebanggaan bursa domestik ini harus rela terkoreksi.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/4/2026), IHSG selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026 melemah 0,99% ke level 7.026,782. Padahal, pada penutupan pekan sebelumnya, IHSG masih gagah berada di posisi 7.097,057.
Sejalan dengan rontoknya indeks, nilai kapitalisasi pasar alias market cap ikut terseret. Tercatat, total valuasi saham di BEI menyusut 1,69% menjadi Rp 12.305 triliun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 12.516 triliun.
"Rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 8,62% menjadi 25,87 miliar lembar saham. Tekanan lebih dalam terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian yang anjlok 36,69% menjadi Rp 14,77 triliun," tulis keterangan resmi BEI, Jumat (3/4/2026).
Menariknya, di tengah pelemahan indeks, minat investor untuk bertransaksi justru terlihat dari kenaikan rata-rata frekuensi transaksi harian. Angkanya naik 3,08% menjadi 1,78 juta kali transaksi per hari.
Rupanya 'pesta' jual bersih masih berlanjut. Pada perdagangan hari ini saja, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 813,51 miliar. Jika ditarik sepanjang tahun berjalan (ytd) di 2026, total dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sudah mencapai Rp 33,83 triliun.
Dinamika ini menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap berbagai sentimen domestik maupun global. Para investor nampaknya masih cenderung berhati-hati di tengah fluktuasi pasar yang cukup dinamis sepanjang pekan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
-
Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah
-
Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan
-
Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun