- DPR mendorong penggunaan kendaraan listrik dan kompor listrik untuk memanfaatkan energi domestik.
- Lonjakan subsidi hingga ratusan triliun menjadi alasan utama perlunya perubahan pola konsumsi energi.
- Transisi energi harus dilakukan bertahap dengan kebijakan yang tepat agar tetap efektif dan adil.
Suara.com - DPR RI mendorong adanya perubahan besar dalam pola konsumsi energi nasional, dari ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) menuju pemanfaatan listrik berbasis sumber daya domestik.
Langkah ini dinilai penting di tengah gejolak energi global yang dipicu konflik geopolitik dan ketidakpastian pasokan.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan elektrifikasi menjadi strategi kunci dalam memperkuat kemandirian energi nasional.
"Kondisi saat ini, menjadi pengingat bagi Indonesia untuk segera memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya domestik, terutama ketenagalistrikan ditengah risiko stabilitas pasokan dan harga energi dunia," ujarnya seperti dikutip, Jumat (3/4/2026).
Menurut Sugeng, peralihan konsumsi energi perlu dilakukan secara bertahap, terutama di sektor transportasi dan rumah tangga yang selama ini masih sangat bergantung pada BBM dan LPG.
Ia menjelaskan, elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis untuk mengalihkan konsumsi energi di sektor transportasi dari bahan bakar fosil ke listrik.
"Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, konsumsi energi dapat lebih bertumpu pada sistem kelistrikan nasional yang bersumber dari dalam negeri," imbuhnya
Tak hanya itu, DPR juga mendorong penggunaan kompor listrik sebagai alternatif pengganti kompor berbahan bakar gas di rumah tangga.
"Penggunaan kompor listrik dapat menjadi alternatif yang lebih efisien sekaligus memanfaatkan jaringan listrik yang telah tersedia luas di berbagai daerah," katanya.
Baca Juga: Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil
Dorongan ini tidak lepas dari tekanan terhadap anggaran subsidi energi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Data menunjukkan subsidi energi melonjak dari Rp 95,7 triliun pada 2020 menjadi Rp 203,4 triliun pada 2024, bahkan sempat mencapai Rp 394,3 triliun pada 2025.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ketergantungan pada energi fosil semakin membebani fiskal negara, sehingga diperlukan perubahan strategi konsumsi energi secara menyeluruh.
Sugeng menegaskan, elektrifikasi bukan hanya soal transisi menuju energi bersih, tetapi juga langkah strategis menghadapi ketidakpastian global.
"Peningkatan konsumsi listrik domestik secara produktif akan memperkuat sistem energi nasional di tengah tekanan eksternal," katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi kebijakan elektrifikasi harus didukung regulasi yang matang agar tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI