- Ketua Ikappi, Reynaldi, menyatakan kebijakan pembatasan BBM pada 5 April 2026 berisiko meningkatkan biaya logistik dan harga pangan.
- Sistem distribusi pangan konvensional yang bergantung pada energi membuat fluktuasi harga komoditas sulit ditekan di berbagai wilayah.
- Pemerintah disarankan memperkuat sentra produksi dalam negeri serta memperbaiki tata niaga pangan guna menstabilkan harga pasar secara alami.
Sebagai langkah antisipasi, Ikappi menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada penguatan sektor produksi di dalam negeri daripada hanya mengandalkan kebijakan impor.
Stimulus fiskal maupun non-fiskal serta perbaikan infrastruktur di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dinilai jauh lebih efektif untuk menekan harga melalui limpahan stok lokal.
“Yang utama tentu penguatan sentra-sentra produksi kita agar hasilnya berlimpah. Hal itu yang mampu menekan harga di pasaran secara alami,” ucap Reynaldi.
Selain penguatan produksi, perbaikan tata niaga pangan dari hulu ke hilir menjadi urgensi untuk menciptakan efisiensi distribusi.
Dengan tata niaga yang lebih baik, tekanan biaya yang bersumber dari kenaikan harga energi maupun logistik diharapkan dapat diminimalisir sehingga beban harga tidak sepenuhnya ditanggung oleh masyarakat sebagai konsumen akhir.
Berita Terkait
-
DPR: WFH Jumat Jadi Opsi Hemat Energi Nasional
-
Awas Terjebak! Pindah ke EV Saat Krisis BBM Cuma Pindah Masalah
-
Sama-sama RON 92, Intip Perbedaan Formula BBM Pertamina Hingga Shell
-
5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya
-
5 Motor Bekas Paling Irit dan Jarang Rewel, Hemat Biaya dan Minim Perawatan!
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya
-
Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM
-
Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga