- Armada yang terdiri dari kapal BBM dan LPG memastikan distribusi energi menjangkau daerah terpencil di seluruh Indonesia.
- Distribusi energi sangat bergantung pada logistik laut karena banyak wilayah tidak bisa diakses melalui jalur darat.
- Penyaluran energi yang lancar mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi di wilayah pelosok.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga mengerahkan total 148 kapal yang terdiri dari 139 kapal pengangkut BBM dan 9 kapal pengangkut LPG untuk distribusi energi.
Tak hanya kota besar, tetapi juga untuk menjangkau wilayah kepulauan hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Armada ini melayani penyaluran energi ke 57 wilayah 3T yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menegaskan pentingnya kesiapan armada laut dalam menjaga kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia.
"Distribusi energi di Indonesia menghadapi tantangan geografis yang beragam. Karena itu, kami terus menjaga kesiapan armada logistik laut agar penyaluran energi dapat menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan dan 3T, secara berkelanjutan," ujar Ega seperti dikutip, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, keberadaan armada kapal yang dikelola secara terintegrasi menjadi faktor penting dalam memastikan energi dapat tersalurkan dari titik suplai hingga ke wilayah dengan akses terbatas.
Dengan dukungan armada tersebut, distribusi energi tetap berjalan lancar guna menopang aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Selain itu, seluruh proses distribusi juga dijalankan dengan mengedepankan standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment) yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional sekaligus menjaga keandalan pasokan energi nasional.
Melalui optimalisasi armada logistik laut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan energi hingga ke pelosok negeri, dari kota besar hingga wilayah 3T.
Baca Juga: Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini
-
Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan
-
Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram
-
IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran
-
Pemerintah Bakal Tiru Rusun di Jakbar untuk Program 3 Juta Rumah
-
IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung
-
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
-
1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR
-
Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025