- Donald Trump terhadap Iran memicu lonjakan harga minyak dan menekan pasar saham global, termasuk IHSG.
- Isu potensi keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI akibat kepemilikan terkonsentrasi memperburuk tekanan indeks.
- Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 6.900, dengan sektor infrastruktur memimpin pelemahan dan sektor cyclicals menjadi penopang.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menerus longsor hingga akhir perdagangan Senin, 6 April 2026. Pastinya, pelemahan IHSG disumbang dari meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,53 persen ke level 6.989. Pergerakan indeks sudah berada di bawah tekanan sejak awal sesi perdagangan.
"Pelemahan IHSG dipicu oleh berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut,"tulis Phintraco dalam risetnya.
Sentimen utama datang dari pernyataan Presiden Donald Trump yang mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika akses pelayaran di Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya. Namun Iran menolak ultimatum tersebut dan hanya bersedia membuka jalur tersebut jika mendapat kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Di sisi lain, Trump juga menyampaikan harapan adanya peluang kesepakatan damai. Kondisi ini membuat investor global berada dalam posisi wait and see di tengah tarik ulur antara potensi deeskalasi dan risiko eskalasi konflik yang lebih luas.
Selain faktor eksternal, tekanan IHSG juga datang dari sentimen domestik. Pengumuman sejumlah saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi per Maret 2026 turut membebani pergerakan indeks.
"Hal ini karena kekhawatiran investor bahwa dalam saham-saham tersebut berpotensi akan dikeluarkan dari indeks MSCI pada rebalancing Mei 2026 mendatang," jelas Phintraco.
Meski demikian, dalam jangka menengah hingga panjang, kondisi tersebut dinilai dapat memberikan dampak positif karena meningkatkan transparansi dan pemahaman investor terhadap karakteristik saham.
Dari sisi sektoral, saham infrastruktur mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 0,92 persen, sementara sektor cyclicals justru menjadi penopang dengan kenaikan 2,26 persen.
Baca Juga: Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?
Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah 0,32 persen ke level Rp17.035 per dolar AS di pasar spot.
Secara teknikal, Phintraco memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 6.900, dengan resistance di 7.100 dan pivot di 7.000.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 27,80 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,23 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,67 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 264 saham bergerak naik, sedangkan 437 saham mengalami penurunan, dan 257 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, VOKS, EKSIP, FORE, IFSH, POLA, YPAS, TRON.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DEFI, ALKA, DATA, RLCO, ATAP, CHEM, PEGE, ASPI, ROCK.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan
-
SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026
-
Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026
-
BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan
-
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja
-
Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru
-
Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru
-
Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH