Bisnis / Keuangan
Senin, 06 April 2026 | 12:39 WIB
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah turun di Gedung Bursa Efek Indonesia.[Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pelemahan terjadi di tengah dominasi saham turun dan tekanan di bursa regional Asia.
  •  Ultimatum Donald Trump ke Iran memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi global.
  • Rilis saham HSC seperti BREN dan DSSA serta potensi keluar dari indeks MSCI meningkatkan volatilitas pasar.

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan awal pekan masih berada dalam tekanan dengan ditutup turun 0,79 persen ke level 6.971. Pelemahan ini seiring meningkatnya sentimen global dan aksi jual investor asing di pasar domestik.

Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam laporan Day Break Review, IHSG tercatat turun 55 poin atau 0,79 persen ke level 6.971.

Pelemahan ini terjadi sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang juga berada di zona merah. Pasar merespons meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ultimatum kepada Iran.

Ancaman terhadap infrastruktur energi Iran dan penolakan dari pihak Teheran memicu kekhawatiran akan konflik berkepanjangan serta potensi krisis energi global. Kondisi ini mendorong lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah turun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Lonjakan harga energi telah meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memicu ekspektasi bahwa The Fed mungkin menunda pemotongan suku bunga," tulis riset tersebut dikutip Senin (6/4/2026).

Selain faktor global, tekanan juga datang dari dalam negeri. Pasar mencermati rilis daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (HSC), terutama pada emiten besar seperti BREN dan DSSA yang dinilai berpotensi memicu volatilitas.

Kekhawatiran semakin meningkat seiring potensi dikeluarkannya saham-saham tersebut dari indeks global, termasuk MSCI, yang mengacu pada standar ketat seperti di bursa Hong Kong.

Di tengah tekanan pasar, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham TINS dengan rating buy, pada rentang support 3.240 hingga resistance 3.790.

Trafik Perdagangan

Baca Juga: IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham

Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 16,74 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,47 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,02 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 248 saham bergerak naik, sedangkan 449 saham mengalami penurunan, dan 261 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, VOKS, ESIP, IFSH, POLA, FORE, YPAS, TRIN, SNLK, ARKO, BUVA, LUCY.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, ALKA, RLCO, DEFI, BREN, AKSI, PTPP, ROCK, PEGE, MANG, CHEM.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More