- Ajang internasional meningkatkan trafik wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
- Penyelenggaraan rutin event balap memperkuat branding Mandalika di level dunia.
- Kehadiran event turut mendorong masuknya investor, termasuk pembangunan fasilitas pendukung di kawasan Mandalika.
Suara.com - Pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus dioptimalkan oleh BUMN untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Salah satunya melalui penyelenggaraan ajang balap internasional yang dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Dalam hal ini, PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menjadi tuan rumah ajang GT World Challenge di Mandalika. Event ini menjadi bagian dari strategi pengembangan destinasi berbasis sport tourism.
Direktur Komersial InJourney, Veronica Sisilia, mengatakan bahwa peran BUMN tidak hanya sebatas penyelenggara acara, tetapi juga sebagai penggerak utama pengembangan destinasi wisata nasional.
"Dalam menjalankan fungsi pengembangan destinasi ini, ITDC mempunyai peran penting melakukan upaya dan komitmen menghidupkan destinasi pariwisata," ujar Veronica di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga berskala internasional tidak hanya menciptakan lonjakan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
"Acara-acara yang bertaraf sport internasional ini kami terus lakukan di Mandalika sebagai sport dan entertain turism destination dan menciptakan berbagai macam wisatawan masuk ke Mandalika," lanjut Veronica.
Senada, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai ajang GT World Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menjadi momentum penting untuk memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Ia juga menambahkan bahwa gelaran event internasional ini turut membuka peluang investasi baru di kawasan Mandalika.
"Mobilnya saja sudah keren-keren. Tujuan kami turut membantu berinvestasi di Mandalika," ujar Fajar.
Baca Juga: BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal
Sebagai contoh, investor asal Singapura, Absolute Racing, telah menanamkan investasi melalui pembangunan fasilitas Common Luxury Garage & Workshop di kawasan Mandalika. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan teknis kendaraan balap sekaligus koleksi mobil mewah.
"Contohnya, tahun kemarin Absolut Racing sudah berinvestasi membangun villa Garage. Kita berharap untuk yang tahun kedua ini, investasi akan kembali datang," pungkas Fajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat
-
IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?
-
SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026
-
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun
-
PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon
-
TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan
-
Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia
-
Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja
-
Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026
-
Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah