- Cadangan LPG kini berada di atas 10 hari, menandakan kondisi pasokan lebih stabil dan masa sulit telah terlewati.
- Porsi impor LPG naik dari 80,58 persen pada 2025 menjadi 83,97 persen di awal 2026, menunjukkan ketergantungan yang masih tinggi.
- Kebutuhan LPG meningkat menjadi 26 ribu metrik ton per hari, sementara produksi domestik jauh tertinggal dibandingkan volume impor.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut ketahanan stok LPG nasional saat ini telah berada di angka di atas 10 hari. Dengan capaian tersebut, masa sulit terkait pasokan LPG menurutnya telah berakhir.
"Menyangkut LPG, bahwa masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal empat. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta yang pada Rabu (8/4/2026).
Terkait dengan BBM, khususnya solar, pemerintah disampaikan tidak melakukan impor. Berbeda dengan bensin masih harus diimpor dari luar negeri.
"Yang kita lakukan itu tinggal bensin saja. Tinggal kurang lebih sekitar 20-22 juta kiloliter, itu saja," ujar Bahlil.
Sementara itu, Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Rizwi Jilanisaf Hisjam saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR pada Rabu (8/4), mengungkap bahwa kebutuhan impor LPG pada 2026 mengalami peningkatan.
Tercatat pada 2025 kebutuhan impor LPG sebesar 80,58 persen dari total kebutuhan, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 83,97 persen.
"Pada tahun 2025 impor LPG mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan. Sementara itu pada tahun 2026 hingga Februari ketergantungan impor LPG meningkat menjadi 83,97 persen dari total kebutuhan," kata Rizwi.
Dia merinci kebutuhan LPG pada 2025 mencapai 25 ribu metrik ton per hari, sementara pada Januari hingga Februari 2026 meningkat 1000 metrik ton menjadi 26 ribu metrik ton per hari.
Hingga akhir Februari 2026 total impor LPG mencapai 1,31 juta ton, masih jauh dari tingkat produksi nasional yang hanya mencapai 0,13 juta ton.
Baca Juga: Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah