- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi sedang dalam tahap perhitungan bersama pihak Pertamina dan swasta.
- Gejolak geopolitik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia sehingga memengaruhi kebijakan harga bahan bakar di Indonesia.
- Pemerintah saat ini masih mempertahankan harga jual BBM subsidi dan non-subsidi sesuai ketetapan yang berlaku sejak Maret 2026.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengaku penyesuaian harga BBM non-subsidi masih dalam proses perhitungan.
Gejolak geopolitik di Timur Tengah diketahui mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia.
"Mengenai dengan BBM yang RON 92, RON 95, RON 98, termasuk dengan solar yang Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai. Sekarang kita masih melakukan exercise," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta yang pada Rabu (8/4/2026).
Proses perhitungan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan Kementerian ESDM dengan melibatkan PT Pertamina (Persero), serta badan usaha swasta.
"Sampai sekarang kami masih melakukan perhitungan dengan badan usaha, seperti Pertamina dan swasta," ujarnya.
Namun demikian, Bahlil masih berharap terjadi penurunan harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).
"Dan mudah-mudahan, doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi," ucapnya.
Hingga kini, pemerintah masih mempertahankan harga BBM, baik jenis subsidi maupun non subsidi. Harga di SPBU Pertamina dan operator swasta tercatat belum mengalami perubahan dan tetap merujuk pada harga per Maret 2026.
Untuk jenis BBM subsidi, Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan solar Rp 6.800 per liter.
Baca Juga: 5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
Sementara itu, jajaran produk nonsubsidi seperti Pertamax tetap dijual Rp 12.300 per liter, diikuti Pertamax Green Rp 12.900, Pertamax Turbo Rp 13.100, Dexlite Rp 14.200, dan Pertamina Dex Rp 14.500.
Berita Terkait
-
Bahlil Teken MoU dengan Korea Selatan, Kerja Sama Energi Bersih, CCS, dan Mineral Kritis Diperkuat
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
Terkini
-
Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini
-
OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar
-
70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade
-
Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?
-
IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor
-
Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi
-
Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang
-
Rumah Estetik Saja Tidak Cukup, Pahami Standar Keamanan Listrik Modern