Bisnis / Energi
Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi sedang dalam tahap perhitungan bersama pihak Pertamina dan swasta.
  • Gejolak geopolitik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia sehingga memengaruhi kebijakan harga bahan bakar di Indonesia.
  • Pemerintah saat ini masih mempertahankan harga jual BBM subsidi dan non-subsidi sesuai ketetapan yang berlaku sejak Maret 2026.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengaku penyesuaian harga BBM non-subsidi masih dalam proses perhitungan. 

Gejolak geopolitik  di Timur Tengah diketahui mengakibatkan  kenaikan harga minyak dunia. 

"Mengenai dengan BBM yang RON 92, RON 95, RON 98, termasuk dengan solar yang Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai. Sekarang kita masih melakukan exercise," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta yang pada Rabu (8/4/2026). 

Proses perhitungan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan Kementerian ESDM dengan melibatkan PT Pertamina (Persero), serta badan usaha swasta. 

"Sampai sekarang kami masih melakukan perhitungan dengan badan usaha,  seperti Pertamina dan swasta," ujarnya. 

Namun demikian, Bahlil masih berharap terjadi penurunan harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). 

Ilustrasi Pertamax. [Ist]

"Dan mudah-mudahan,  doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi," ucapnya. 

Hingga kini, pemerintah masih mempertahankan harga BBM, baik jenis subsidi maupun non subsidi. Harga di SPBU Pertamina dan operator swasta tercatat belum mengalami perubahan dan tetap merujuk pada harga per Maret 2026. 

Untuk jenis BBM subsidi, Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan solar Rp 6.800 per liter.

Baca Juga: 5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

Sementara itu, jajaran produk nonsubsidi seperti Pertamax tetap dijual Rp 12.300 per liter, diikuti Pertamax Green Rp 12.900, Pertamax Turbo Rp 13.100, Dexlite Rp 14.200, dan Pertamina Dex Rp 14.500.

Load More