- PT Adaro Indonesia menerima penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 7 April 2026 di Jakarta.
- Penghargaan ini diberikan karena perusahaan berhasil memenuhi standar kepatuhan lingkungan serta inovasi sosial melebihi regulasi pemerintah.
- Pencapaian tersebut menandai kedelapan kalinya Adaro meraih kategori tertinggi atas komitmen berkelanjutan dalam operasional bisnis mereka.
Suara.com - PT Adaro Indonesia (Adaro) mencatatkan capaian dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan hidup di tingkat nasional.
Anak perusahaan dari grup Adaro ini menerima penghargaan peringkat tertinggi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi, pada Selasa (7/4/2026) di Jakarta.
Penghargaan PROPER Emas merupakan kategori tertinggi yang diberikan pemerintah kepada entitas bisnis yang dinilai telah memenuhi standar kepatuhan lingkungan melampaui regulasi yang diwajibkan (beyond compliance).
Selain aspek teknis pengelolaan limbah dan perlindungan ekosistem, penilaian ini juga menitikberatkan pada konsistensi perusahaan dalam menjalankan program pengembangan masyarakat yang berkesinambungan serta menciptakan inovasi sosial di wilayah operasionalnya.
Capaian yang diraih pada tahun 2026 ini merupakan penghargaan PROPER Emas kedelapan bagi Adaro. Perusahaan tercatat pertama kali mendapatkan predikat ini pada tahun 2012.
Setelah itu, Adaro menunjukkan konsistensi dengan meraih penghargaan serupa selama tujuh tahun berturut-turut, terhitung sejak tahun 2019 hingga 2025, sebelum kembali dikukuhkan pada periode penilaian tahun ini.
Dalam menjalankan operasionalnya, Adaro menerapkan integrasi antara standar keunggulan operasi (operational excellence) dengan program pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Fokus utama perusahaan mencakup upaya mitigasi dampak lingkungan melalui perlindungan keanekaragaman hayati dan pengurangan emisi karbon.
Baca Juga: Lewat Paripurna DPR, Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI
Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi, menjelaskan posisi strategis keberlanjutan dalam struktur manajemen perusahaan. Menurutnya, aspek tersebut bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan pondasi utama dalam pengambilan keputusan operasional.
“Bagi kami, sustainability menjadi bagian inti dari strategi bisnis dan operasional perusahaan. Pendekatan responsible dan sustainable mining kami terjemahkan dalam tata kelola, keunggulan operasional, inovasi berkelanjutan, serta hubungan yang bertanggung jawab dengan karyawan, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Priyadi, dalam keterangan resminya yang diterima Suara.com.
Salah satu parameter penting yang menjadi perhatian dalam penilaian PROPER adalah upaya konkret perusahaan dalam menekan dampak perubahan iklim.
Adaro secara berkala melakukan perbaikan lingkungan yang terfokus pada penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) serta optimalisasi efisiensi energi di seluruh wilayah tambang. Program-program ini dirancang untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan pemerintah.
Di samping aspek teknis pertambangan, perusahaan juga mengalokasikan sumber daya untuk penguatan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Target utamanya adalah mewujudkan masyarakat lingkar tambang yang memiliki kemampuan ekonomi mandiri, akses terhadap pendidikan yang baik, serta kesejahteraan yang selaras dengan kelestarian lingkungan.
Berita Terkait
-
Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH
-
Ini Alasan Komisi XI Pilih Friderica Widyasari Dewi Menjabat Ketua OJK yang Baru
-
Fit and Proper Test Bos OJK, Friderica Widyasari: Ini Adalah Awal dari Era Baru!
-
Daftar Nama 10 Calon Pejabat OJK Pilihan Prabowo yang Bakal Ikuti Tes Uji Kelayakan
-
Bukan Inisiatif Prabowo, Ahmad Khozinudin Sebut 5 Pengusaha Panik dan Minta Ketemu
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak