Bisnis / Keuangan
Senin, 13 April 2026 | 09:20 WIB
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
Baca 10 detik
  • IHSG Terperosok ke Level 7.300, hanya dalam hitungan menit sejak pembukaan, indeks langsung terjungkir dengan dominasi 404 saham yang melemah.
  • Kegagalan negosiasi nuklir di Pakistan antara AS dan Iran serta eskalasi militer Israel-Hizbullah memaksa investor global maupun domestik untuk beralih ke mode aman (risk-off).
  • Di tengah anjloknya saham-saham seperti DIVA dan OPMS, analis tetap menyarankan investor untuk mencermati saham EMTK, JPFA, dan PADI sebagai pilihan di tengah volatilitas pasar hari ini

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik merosot pada awal perdagangan Senin, 13 April 2026. IHSG merosoto ke level 7.410.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masuk terperosok ke jurang dengan turun 0,81 persen ke level 7.398.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,73 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,36 triliun, serta frekuensi sebanyak 216.000 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 184 saham bergerak naik, sedangkan 404 saham mengalami penurunan, dan 371 saham tidak mengalami pergerakan.

IHSG kembali anjlok setelah negosiasi perang gagal [Antara]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, WBSA, CITY, BAPA, KONI, CTBN, TRUK.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DIVA, OPMS, PMJS, MEGA, BPTR, SMKM, SMMA, IFSH.

Proyeksi IHSG

IHSG diprediksi bakal menghadapi jalan terjal pada pembukaan pekan ini. Setelah sempat sumringah dengan penguatan signifikan di pekan lalu, kini awan mendung kembali menyelimuti bursa domestik akibat sentimen global yang memanas.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG berpotensi mengalami koreksi setelah sempat parkir di level perlawanan (resistance) psikologis 7.500. Aksi ambil untung atau profit taking diprediksi akan menghantui pergerakan indeks hari ini.

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Faktor utama yang menekan pasar adalah berakhirnya negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan bahwa Iran belum menunjukkan komitmen untuk menghentikan pengayaan uranium.

Kondisi ini diperparah dengan memanasnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan yang memicu jatuhnya korban jiwa. Ketegangan geopolitik ini membuat investor cenderung bermain aman.

Meski IHSG sempat ditutup menguat 2,07 persen dengan aksi beli bersih asing (net foreign buy) mencapai Rp239,92 miliar pada perdagangan sebelumnya, data domestik justru menunjukkan sinyal pelemahan.

Indeks Keyakinan Konsumen (Consumer Confidence) Indonesia tercatat turun ke level 122,9. Angka ini merupakan titik terendah sejak Oktober 2025, yang mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Di tengah potensi koreksi indeks, BRI Danareksa Sekuritas memberikan beberapa pilihan saham bagi para investor untuk dicermati hari ini: EMTK (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk), JPFA (PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk), PADI (PT Sentral Mitra Informatika Tbk).

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More