- IHSG Terperosok ke Level 7.300, hanya dalam hitungan menit sejak pembukaan, indeks langsung terjungkir dengan dominasi 404 saham yang melemah.
- Kegagalan negosiasi nuklir di Pakistan antara AS dan Iran serta eskalasi militer Israel-Hizbullah memaksa investor global maupun domestik untuk beralih ke mode aman (risk-off).
- Di tengah anjloknya saham-saham seperti DIVA dan OPMS, analis tetap menyarankan investor untuk mencermati saham EMTK, JPFA, dan PADI sebagai pilihan di tengah volatilitas pasar hari ini
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik merosot pada awal perdagangan Senin, 13 April 2026. IHSG merosoto ke level 7.410.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masuk terperosok ke jurang dengan turun 0,81 persen ke level 7.398.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,73 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,36 triliun, serta frekuensi sebanyak 216.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 184 saham bergerak naik, sedangkan 404 saham mengalami penurunan, dan 371 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, WBSA, CITY, BAPA, KONI, CTBN, TRUK.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DIVA, OPMS, PMJS, MEGA, BPTR, SMKM, SMMA, IFSH.
Proyeksi IHSG
IHSG diprediksi bakal menghadapi jalan terjal pada pembukaan pekan ini. Setelah sempat sumringah dengan penguatan signifikan di pekan lalu, kini awan mendung kembali menyelimuti bursa domestik akibat sentimen global yang memanas.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG berpotensi mengalami koreksi setelah sempat parkir di level perlawanan (resistance) psikologis 7.500. Aksi ambil untung atau profit taking diprediksi akan menghantui pergerakan indeks hari ini.
Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
Faktor utama yang menekan pasar adalah berakhirnya negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan bahwa Iran belum menunjukkan komitmen untuk menghentikan pengayaan uranium.
Kondisi ini diperparah dengan memanasnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan yang memicu jatuhnya korban jiwa. Ketegangan geopolitik ini membuat investor cenderung bermain aman.
Meski IHSG sempat ditutup menguat 2,07 persen dengan aksi beli bersih asing (net foreign buy) mencapai Rp239,92 miliar pada perdagangan sebelumnya, data domestik justru menunjukkan sinyal pelemahan.
Indeks Keyakinan Konsumen (Consumer Confidence) Indonesia tercatat turun ke level 122,9. Angka ini merupakan titik terendah sejak Oktober 2025, yang mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Di tengah potensi koreksi indeks, BRI Danareksa Sekuritas memberikan beberapa pilihan saham bagi para investor untuk dicermati hari ini: EMTK (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk), JPFA (PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk), PADI (PT Sentral Mitra Informatika Tbk).
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
-
Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal
-
Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya