- Pelemahan pagi ini membawa Rupiah keluar dari zona penutupan pekan lalu,
- Kegagalan diplomasi di Pakistan yang diikuti ancaman penutupan jalur maritim energi vital oleh AS menjadi sentimen negatif utama yang menekan aset-aset berisiko, termasuk mata uang pasar berkembang.
- Rupiah tidak sendirian; hampir seluruh mata uang Asia melemah dengan baht Thailand mencatatkan koreksi terdalam, disusul peso Filipina dan won Korea Selatan.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin, 14 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp17.135 per dolar AS.
Mata uang garuda itu pun melemah 0,18 persen dibanding penutupan pada Jumat (10/4/2026) yang berada di level Rp 17.104 per dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 17.112 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi gagalnya kesepakatan negosiasi yang terjadi di AS dan Iran
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timur Tengah," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Lukman menambahkan, ancaman Trump yang menutup selat Hormuz membuat dolar AS terus naik. Dengan penguatan ini bisa memberikan tekanan pada rupiah
Apalagi pernyataan ancaman Trump untuk menutup selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran. Range Rp 17.050 - Rp 17.204," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya bergerak fluktuatif. Adapun, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,81 persen.
Selanjutnya ada peso Filipina yang ambles 0,72 persen dan won Korea Selatan terjun 0,48 persen. Disusul, yen Jepang tertekan 0,27 persen.
Berikutnya, dolar Singapura turun 0,21 persen Lalu, ringgit Malaysia terkoreksi 0,16 persen serta yuan China tergelincir 0,08 persen.
Baca Juga: IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis
Kemudian dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,009 persen terhadap the greenback di pagi ini. Sedangkan, dolar Taiwan menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik tipis 0,06 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
-
IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
-
Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal
-
Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran