- Harga minyak goreng curah melonjak jadi Rp20.100/kg, kenaikan tertinggi di April 2026.
- Telur ayam ras dan daging ayam alami penurunan harga terdalam di sektor protein hewani.
- Cabai rawit merah dan aneka bawang kompak turun harga, berikan napas lega bagi konsumen.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan dinamika yang kontras pada pertengahan April 2026. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, sejumlah komoditas utama mengalami volatilitas harga di tengah kondisi pasar tradisional yang fluktuatif.
Komoditas hortikultura dan bahan pokok harian tetap menjadi motor utama yang memengaruhi indeks harga pangan. Dalam pantauan terbaru, sektor minyak goreng menjadi sorotan tajam karena mengalami tren kenaikan yang cukup signifikan.
Lonjakan paling mencolok terjadi pada minyak goreng curah yang naik 1,01 persen atau Rp200, sehingga kini dibanderol Rp20.100 per kilogram. Angka ini merupakan kenaikan tertinggi dibandingkan komoditas lainnya dalam periode yang sama.
Tak hanya versi curah, minyak goreng kemasan juga ikut terkerek. Minyak goreng kemasan bermerek II naik 0,90 persen (Rp200) menjadi Rp22.350 per kg, sementara kemasan bermerek I naik 0,65 persen (Rp150) ke level Rp23.250 per kg.
Sektor pedas juga belum sepenuhnya reda. Cabai merah besar melonjak 0,99 persen ke harga Rp46.000 per kg, disusul cabai merah keriting yang merangkak naik ke level Rp45.600 per kg.
Kabar baik datang dari sektor protein. Telur ayam ras segar mencatatkan penurunan paling dalam, yakni merosot 1,21 persen atau Rp400 menjadi Rp32.550 per kg. Penurunan ini menjadi yang terbesar di barisan komoditas pangan nasional.
Senada dengan telur, daging ayam ras segar juga turun 1,18 persen ke posisi Rp41.500 per kg. Bahkan, harga daging sapi kualitas I dan II ikut terkoreksi meski tipis, masing-masing sebesar 0,04 persen dan 0,47 persen.
Di kategori sayuran, cabai rawit merah mengalami deflasi yang cukup tajam sebesar 2,86 persen (Rp2.450) menjadi Rp83.100 per kg. Cabai rawit hijau pun menyusul dengan penurunan 1,03 persen ke level Rp52.950 per kg.
Duo bawang juga terpantau "jinak". Bawang putih ukuran sedang turun ke Rp40.200 per kg, sedangkan bawang merah ukuran sedang terkoreksi menjadi Rp47.350 per kg.
Baca Juga: AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Sementara itu, untuk kebutuhan pokok utama seperti beras, harga dilaporkan relatif stabil tanpa perubahan berarti di kisaran Rp14.500 hingga Rp17.300 per kg. Gula pasir lokal hanya mengalami kenaikan tipis ke level Rp19.100 per kg.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia
-
MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO
-
Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut
-
Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra
-
Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG
-
Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya
-
Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi