- Kegagalan investor ritel sering kali disebabkan oleh infrastruktur teknologi sekuritas yang lambat, bukan semata-mata karena kurangnya kemampuan investasi.
- Tidak semua sekuritas mampu menyediakan fitur Live Orderbook karena tingginya biaya investasi teknologi, sistem yang terbatas, serta ketiadaan tim riset yang mumpuni.
- IPOT memberikan akses data perdagangan real-time kepada publik melalui aplikasinya secara cuma-cuma tanpa mewajibkan investor untuk memindahkan portofolio saham mereka dari sekuritas lain.
Suara.com - Pasar modal Indonesia kini telah dijamuri para investor ritel. Berdasarkan data, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor ritel mencapai 20,32 juta pada tahun 2025.
Namun, investor ritel masih mendapatkan kendala saat perdagangan saham. Salah satunya, buta terhadap data, khususnya antrian order secara langsung atau real time.
Dengan keterbatasan itu, para investor ritel tidak mengetahui dan melihat siapa yang antre di depan, hingga berapa tekanan beli atau jual yang sedang terjadi.
Chief Marketing Officer (CMO) PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu, mengungkapkan penyebab ini bukan karena kemampuan investa, melainkan fitur dari aplikasi trading sekuritas itu sendiri.
"Dan penyebabnya bukan kurangnya kemampuan investor. Penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi di sekuritas tempat mereka bergabung yang tidak dapat menghadirkan teknologi trading dengan fitur real time," ujarnya di Jakarta, selasa (14/4/2026).
Faktanya, tidak semua sekuritas di Indonesia memiliki kemampuan teknis untuk menghadirkan Live Orderbook dan indikator trading real time kepada para investor.
Sekuritas memiliki alasan beragam, mulai dari keterbatasan infrastruktur sistem, biaya investasi teknologi yang besar hingga ketiadaan tim riset institusi yang mendukung.
"Akibatnya investor masuk di puncak, keluar di dasar bukan karena salah analisa, tetapi karena salah infrastruktur," kata Sergio.
Dalam hal ini, ia menuturkan, IPOT justru memberikan data perdagangan secara real time kepada para investor, baik kakap maupun ritel.
Baca Juga: Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
"Ini bukan promosi. Ini adalah pernyataan sikap IPOT bahwa keterbatasan teknologi di sekuritas lain tidak boleh menjadi hukuman bagi investor retail Indonesia yang ingin trading dengan benar," bebernya.
Adapun, aplikasi IPOT bisa diunduh secara gratis dan bisa digunakan investor ritel luas. Tercatat, IPOT telah melayani dana kelolaan sebesar Rp 312 Triliun.
Sergio menambahkan, selama investor belum bisa melihat antrean order saham yang dipilih, selama itulah berpotensi terus menjadi likuiditas di harga puncak bagi investor lain yang sudah bergerak duluan.
"IPOT memahami bahwa tidak semua investor bebas berpindah sekuritas dengan mudah, ada rekening yang sudah aktif, ada portofolio yang sedang terbuka, ada saham yang masih dipegang. Memaksa mereka pindah bukan solusi yang adil. Maka solusinya adalah: bawa infrastruktur IPOT kepada mereka, bukan paksa mereka datang ke IPOT," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara