Bisnis / Makro
Selasa, 14 April 2026 | 08:11 WIB
Foto udara antrean kendaraan yang memasuki Gerbang Tol Banyumanik menuju arah Jakarta di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz]
Baca 10 detik
  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan rekayasa lalu lintas Lebaran 2026 berhasil menurunkan kepadatan puncak mudik dan balik.
  • Kebijakan pemerintah efektif mendistribusikan volume kendaraan sehingga kepadatan arus mudik turun 11,4 persen dan balik 10,57 persen.
  • Pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga selama arus mudik turun 74,56 persen guna memperlancar arus lalu lintas.

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengeklaim kebijakan rekayasa lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berhasil menekan kepadatan kendaraan. Penurunan kepadatan terjadi baik pada puncak arus mudik maupun arus balik.

Ia menjelaskan, kepadatan lalu lintas pada puncak arus mudik turun sebesar 11,4 persen. Sementara itu, kepadatan pada puncak arus balik juga turun sebesar 10,57 persen dibandingkan kondisi normal.

"Kebijakan lalu lintas terbukti efektif memindahkan volume lalu lintas sebanyak 450.000 kendaraan pada H-3 sampai H-1 (lebaran), serta menurunkan kepadatan lalu lintas pada puncak arus mudik sebesar 11,4 persen," ujar Dudy dalam rapat Komisi V DPR RI, Senin (13/4/2026).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memutuskan untuk tidak mengubah peraturan soal Tarif Batas Atas (TBA) pada harga tiket pesawat. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Pemerintah mencatat distribusi kendaraan tidak hanya terkonsentrasi pada hari puncak. Pergerakan kendaraan mulai tersebar sejak H-8 hingga H-4, sehingga mengurangi tekanan pada periode kritis.

Pada arus balik, pemerintah juga mencatat pergeseran volume kendaraan mencapai 328.000 unit. Pergerakan tersebut terdistribusi lebih merata pada H+4 hingga H+8 lebaran.

"Pada arus balik, terjadi perpindahan volume lalu lintas sebanyak 328.000 kendaraan dari hari H sampai dengan H+3, serta menurunkan kepadatan puncak arus balik sebesar 10,57 persen," kata Dudy.

Selain rekayasa lalu lintas, pemerintah juga menerapkan pembatasan angkutan barang selama periode mudik. Kebijakan ini berhasil menurunkan volume kendaraan berat di jalan secara signifikan.

Kementerian Perhubungan mencatat kendaraan angkutan barang sumbu tiga turun hingga 74,56 persen. Penurunan ini berkontribusi terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalur utama.

Lebih lanjut, Dudy memastikan pihaknya akan terus mengoptimalkan manajemen lalu lintas pada periode mudik berikutnya. 

Baca Juga: Hemat Energi, Menhub Minta Kendaraan Kementerian Beralih ke Listrik

"Seluruh kebijakan ini diarahkan untuk memastikan penyelenggaraan angkutan lebaran yang aman, selamat, tertib, dan lancar," pungkas Dudy.

Load More