Bisnis / Makro
Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menemui investor Amerika Serikat pada Senin (13/4/2026) waktu setempat. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan investor raksasa AS mengenai ketahanan ekonomi dan strategi fiskal Indonesia di New York.
  • Pertemuan pada 13 April 2026 ini bertujuan mengklarifikasi isu fiskal serta memperkuat kepercayaan investor terhadap kebijakan makroekonomi.
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi stabil sebesar 5,5 persen untuk mendorong peningkatan investasi dari para perusahaan besar AS.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kondisi ekonomi Indonesia di depan para investor Amerika Serikat. Ia meyakinkan mereka bahwa perekonomian RI masih kuat.

Dalam pertemuan itu, Menkeu Purbaya menjelaskan soal kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal RI kepada sejumlah investor raksasa AS. Ia meyakini bahwa para investor sudah merasa kebijakan Pemerintah bergerak ke arah yang benar.

"Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di-clear-kan," katanya di Peninsula Hotel New York, dikutip Selasa (14/4/2026).

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa investor asal AS tidak ragu akan kebijakan fundamental makro yang telah dirancang. Hanya saja mereka ingin memastikan kondisi terkini soal kenyamanan berinvestasi.

"Jadi mereka (investor) enggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” lanjutnya.

"Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” bebernya lagi.

Purbaya juga mendapatkan masukan positif agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS, mengingat fondasi makro ekonomi RI dianggap sudah sangat baik.

"Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” papar Purbaya.

Terkait strategi agar investor yakin berinvestasi di Indonesia, Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi harus terus tumbuh sesuai dengan target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia

"Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.

"Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” pungkasnya.

Adapun sejumlah investor AS yang melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan pada Senin, 13 April di New York antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett dan TD Asset Management. 

Load More