Bisnis / Makro
Selasa, 14 April 2026 | 18:18 WIB
Ground Breaking Pabrik Melamin di KEK Gresik. [Dok. Kemenko Perekonomian]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pembangunan pabrik melamin pertama dan terbesar di KEK Gresik, Jawa Timur, pada Selasa (14/4/2026).
  • PT GEABH Joint Technology menginvestasikan dana senilai 600 juta Dolar AS untuk membangun fasilitas hilirisasi industri berbasis gas alam tersebut.
  • Pabrik ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pembangunan pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Menko Perekonomian Airlangga mengatakan kalau Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.

“Kita berkumpul hari ini untuk menyaksikan tonggak penting dalam perjalanan industri Indonesia, yaitu peletakan batu pertama pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia,” katanya, dikutip dari siaran pers, Selasa (14/4/2026).

Airlangga mengungkapkan, pembangunan pabrik melamin tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.

Proyek pabrik melamin yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology ini memiliki nilai investasi sekitar 600 juta Dolar AS (sekitar Rp 10,2 triliun) serta menjadi bagian dari pengembangan industri hilir berbasis gas alam.

Melalui proyek ini, gas alam akan diolah menjadi amonia cair yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin, dan amonium nitrat yang memiliki nilai tambah tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]

Produk-produk tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, industri kimia, serta manufaktur, sekaligus membuka peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Lebih lanjut, tambah Airlangga, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” pungkasnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen

Load More