- Asosiasi Pertambangan Indonesia meminta pemerintah mengkaji ulang wacana penghentian restitusi pajak guna menjaga stabilitas operasional sektor pertambangan.
- Industri tambang menilai mekanisme restitusi pajak penting untuk menjaga arus kas perusahaan serta mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik.
- Apindo turut menolak kebijakan tersebut karena berisiko menghambat kelancaran arus kas perusahaan dan menurunkan kepercayaan investor di Indonesia.
Suara.com - Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) meminta pemerintah mengkaji ulang wacana penghentian restitusi pajak.
Pasalnya, kebijakan itu bisa mengganggu stabilitas dunia usaha dan kelangsungan operasional perusahaan di sektor pertambangan.
API menegaskan restitusi pajak adalah hak setiap wajib pajak atas kelebihan pembayaran pajak yang telah disetorkan kepada negara, dan penting dalam mendukung cash flow, serta mencerminkan good governance pemerintah.
Direktur Eksekutif IMA, Sari Esayanti, mengatakan sistem yang berjalan saat ini sudah ideal.
"Di mana perusahaan melakukan kewajibannya dan dapat mendapatkan kembali haknya jika pembayaran yang dilakukan ternyata kelebihan ataupun sebaliknya harus membayarkan jika terdapat kurang bayar," ujar Sari di Jakarta, Rabu (15/3/2026).
Sari juga menekankan bahwa kepastian hukum terkait restitusi pajak sangat krusial untuk menjaga kepercayaan investor.
Untuk API mengajak pemerintah untuk terus berkolaborasi dengan dunia usaha demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain para pengusaha tambang, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga meminta pemerintah meninjau ulang wacana tersebut. Menurut mereka penghentian restitusi pajak perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak mengganggu operasional perusahaan.
Ketua Komite Perpajakan Apindo, Siddhi Widyaprathama menyebut kebijakan itu berisiko mengganggu arus kas perusahaan yang selama ini mengandalkan mekanisme restitusi pajak.
Baca Juga: Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB
-
BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!
-
Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah
-
Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional