- Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 0,68 persen ke level 7.623 pada penutupan perdagangan Rabu, 15 April 2026.
- Pelemahan indeks dipicu oleh penurunan saham sektor infrastruktur serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
- Konflik geopolitik global meningkatkan risiko inflasi dan beban anggaran negara akibat kenaikan harga energi serta suku bunga.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya tekoreksi setelah naik tinggi dua hari kemarin. Pada penutupan Rabu, 15 April 2026, IHSG merosot 0,68 persen ke level 7.623.
Riset Phintraco Sekuritas menyebut, sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menguat hingga menyentuh level 7.773, namun akhirnya berbalik arah dan ditutup di zona merah.
Pelemahan terdalam tercatat pada saham sektor infrastruktur yang menjadi pemberat utama indeks.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought dan membentuk pola death cross, yang mengindikasikan potensi koreksi lanjutan. Meski demikian, histogram MACD masih menunjukkan tren positif yang terus meningkat.
Di sisi lain, tekanan eksternal juga datang dari nilai tukar rupiah yang ditutup melemah ke level Rp 17.140 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan tipis indeks dolar Amerika Serikat.
Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menilai bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup rentan terhadap dampak konflik di Timur Tengah, terutama jika berlangsung berkepanjangan.
Kenaikan harga energi akibat konflik berpotensi membebani anggaran negara melalui peningkatan subsidi, sekaligus memperlebar defisit transaksi berjalan akibat mahalnya impor minyak.
Selain itu, risiko inflasi yang meningkat dinilai dapat mendorong kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya akan meningkatkan biaya pinjaman pemerintah.
Dari sisi global, kebijakan Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz turut memperkeruh tensi geopolitik. Langkah ini memberikan tekanan tambahan bagi negara-negara seperti Tiongkok dan India yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan energi dari kawasan tersebut.
Baca Juga: Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
Situasi tersebut juga berpotensi mengganggu hubungan bilateral antara AS dan Tiongkok, terutama menjelang rencana pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Xi Jinping pada pertengahan Mei mendatang. Ketidakpastian ini menambah sentimen negatif di pasar global.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 48,63 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 22,55 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,12 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 411 saham bergerak naik, sedangkan 297 saham mengalami penurunan, dan 251 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, SDMU, BIPP, DEFI, PSDN, ASHA, WBSA, RONY, ASLI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, KONI, MSIN, SRAJ, BAPA, ARKO, LMAX, CITY, UNSP.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!