Bisnis / Keuangan
Rabu, 15 April 2026 | 13:03 WIB
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG ditutup menguat 0,44 persen ke level 7.709 pada sesi pertama perdagangan Rabu, 15 April 2026.
  • Penguatan IHSG dipicu optimisme pasar terhadap potensi de-eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah secara global.
  • Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi domestik untuk memperkuat kepercayaan investor dan menarik modal asing.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona merah pada sesi pertama perdagangan Rabu, 15 April 2026. IHSG naik sebesar 33 poin atau 0,44 persen ke level 7.709.

Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan ini sejalan dengan kenaikan bursa regional Asia yang ditopang sentimen global dan domestik.

Menurut Pilarmas, penguatan IHSG didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Harapan muncul seiring adanya peluang lanjutan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta perkembangan dialog antara Israel dan Lebanon.

Kepercayaan investor meningkat setelah laporan bahwa Washington dan Teheran tengah mempertimbangkan putaran negosiasi kedua. Hal ini memicu ekspektasi adanya kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan global.

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].

Selain itu, Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah sepakat memulai dialog langsung, setelah sebelumnya difasilitasi dalam pertemuan di Washington.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi. Gubernur Bank Indonesia dalam pertemuan dengan investor di New York dan Boston menegaskan bahwa bauran kebijakan saat ini berada di jalur yang tepat.

Kebijakan tersebut difokuskan pada stabilitas dan ketahanan eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, serta penguatan likuiditas domestik. Langkah ini juga didukung komitmen fiskal untuk menjaga defisit di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi tersebut dinilai mampu memperkuat kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia, sekaligus membuka peluang masuknya arus modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Adapun untuk rekomendasi saham, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham INKP dengan rating beli (BUY) pada kisaran support 10.000 dan resistance 10.500.

Baca Juga: BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 31,07 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,59 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,98 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 447 saham bergerak naik, sedangkan 235 saham mengalami penurunan, dan 277 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain DEFI, BIPP, INCF, SDMU, WBSA, DEPO, RONY, RODA.

Sedangkan saham yang mengalami tekanan terbesar di antaranya KONI, MSIN, BAPA, CITY, ADMF, RICY, CNMA BNBA.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More