- Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menerima penghargaan KWP Award 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
- Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi Bambang dalam mengawal kebijakan transisi energi dan kemandirian energi nasional menuju Indonesia Emas.
- Bambang menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan wartawan untuk memastikan transparansi informasi kebijakan energi yang berdampak bagi masyarakat luas.
Suara.com - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meraih penghargaan KWP Award 2026, karena dinilai konsisten mengawal transisi energi dan kemandirian energi nasional menuju Indonesia Emas.
Isu transisi energi kini menjadi pusat perhatian global, tak terkecuali di Indonesia yang tengah berupaya mencapai target Net Zero Emission.
Di tengah dinamika tersebut, peran legislatif menjadi krusial dalam menyusun regulasi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan energi nasional dengan kelestarian lingkungan.
Atas dedikasi tersebut, Bambang Patijaya, dinobatkan sebagai 'Pimpinan Fokus Transisi Energi dan Kemandirian Energi' oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen.
Penghargaan ini diserahkan langsung dalam seremoni yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
KWP Award merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari para jurnalis yang bertugas di lingkungan DPR, MPR, dan DPD RI terhadap para wakil rakyat yang menunjukkan kinerja luar biasa dan dampak nyata bagi masyarakat.
Bambang Patijaya dianggap sebagai figur kunci di parlemen yang secara konsisten mengawal isu-isu strategis di sektor energi.
Sebagai Ketua Komisi XII, ia berada di garis depan dalam merumuskan kebijakan transisi energi yang inklusif, memastikan kemandirian energi nasional tetap terjaga di tengah pergeseran dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).
Apresiasi untuk Peran Jurnalis dan Transparansi
Baca Juga: Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
Seusai menerima penghargaan, legislator dari Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penilaian objektif yang diberikan oleh awak media.
Bagi Bambang, wartawan bukan sekadar peliput berita, melainkan pengawas eksternal yang memberikan masukan berharga bagi kinerja para anggota dewan.
"Say mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan wartawan. Karena kami-kami ini kan orang yang dinilai oleh para wartawan," kata Bambang seusai menerima penghargaan.
Lebih lanjut, ia menekankan sinergi antara legislatif dan media massa adalah kunci utama dalam membangun demokrasi yang sehat.
Informasi yang akurat mengenai kebijakan energi sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi generasi muda yang kini semakin kritis terhadap isu-isu keberlanjutan lingkungan.
"Kami akan terus berkolaborasi dengan teman-teman wartawan, sehingga semua informasi tentang isu energi bisa tersampaikan secara baik kepada masyarakat. Publik berhak mendapatkan informasi secara berimbang, tepat dan bermutu," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Bupati Mimika Johannes Rettob Raih KWP Award 2026, Kepala Daerah Paling Inovatif
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga
-
Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?
-
Kenapa Transisi Energi Kini Jadi Isu Penting bagi Masa Depan Indonesia
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?
-
Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian
-
5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih
-
Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut