- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan harga BBM nonsubsidi di Indonesia kini mengacu pada dinamika harga pasar internasional.
- Pemerintah bersama Pertamina dan badan usaha swasta sedang membahas penyesuaian harga BBM nonsubsidi di Jakarta saat ini.
- Hingga kini, harga seluruh jenis BBM subsidi dan nonsubsidi di berbagai SPBU masih tetap stabil sejak Maret 2026.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membeberkan nasib harga BBM nonsubsidi setelah harga minyak dunia melonjak.
Ia menegaskan penentuan harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar sebagaimana tertuang Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Saya sampaikan pemerintah itu kan mengatur secara langsung itu adalah BBM subsidi. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM nonsubsidi itu kan berdasarkan harga pasar," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (17/4/2026).
Ia menuturkan, penetapan harga BBM nonsubsidi pembahasannya masih berjalan. Dalam proses itu turut melibatkan PT Pertamina (Persero), dan perusahaan SPBU swasta.
"Nah tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian, tapi feeling saya atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun Badan Usaha Swasta, sudah hampir selesai sih," kata Bahlil.
Bahlil pun berharap jika penyesuaian harga telah diputuskan, tidak terlalu tinggi sehingga tidak membebani masyarakat.
"Kalau kemarin kami menyampaikan bahwa butuh penyesuaian supaya kita bisa melihat harganya juga jangan terlalu tidak sesuai dengan apa yang menjadi idealnya. Itu sebenarnya," kata Bahlil.
Hingga kini, pemerintah masih mempertahankan harga BBM, baik jenis subsidi maupun non subsidi. Harga di SPBU Pertamina dan operator swasta tercatat belum mengalami perubahan dan tetap menggunakan yang berlaku pada Maret 2026.
Untuk jenis BBM subsidi, Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan solar Rp 6.800 per liter.
Baca Juga: Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Naik Bulan Depan?
Sementara itu, jajaran produk nonsubsidi seperti Pertamax tetap dijual Rp 12.300 per liter, diikuti Pertamax Green Rp 12.900, Pertamax Turbo Rp 13.100, Dexlite Rp 14.200, dan Pertamina Dex Rp 14.500.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya