- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan impor BBM nasional telah menyusut 50 persen berkat operasional RDMP Kilang Balikpapan.
- Produksi solar CN 48 dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan nasional dan diprediksi surplus melalui implementasi mandatori B50 Juli 2026.
- Pemerintah Indonesia kini hanya mengimpor sisa kebutuhan BBM dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara saja.
Suara.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim Indonesia mulai lepas dari ketergantungan pada impor BBM. Ia mengungkapkan impor BBM telah menyusut hingga 50 persen.
Penurunan signifikan ini setelah RDMP Kilang Balikpapan mulai beroperasi serta rencana implementasi mandatori B50.
Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan bensin nasional mencapai 40 juta kiloliter per tahun. Sementara produksi dalam negeri sebelum RDMP Kilang Balikpapan beroperasi, hanya 14,3 juta kiloliter.
Namun, setelah beroperasi meningkat menjadi sekitar 5,6 juta hingga 5,7 juta kiloliter.
"Jadi hampir 20 juta kiloliter. Berarti impor kita tinggal 50 persen," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (17/4/2026).
Sementara untuk BBM jenis solar CN 48 yang umum digunakan masyarakat telah mampu terpenuhi dengan produksi dalam negeri.
Bahkan kata Bahlil, akan mengalami surplus dengan mulai berlakunya mandatori B50 pada 1 Juli atau semester II 2026.
"CN 48 itu kan sudah bisa produksi dalam negeri, apalagi dengan B50 besok. B50 itu berarti kita akan surplus, mulai bulan Juli itu penerapan B50 pasti surplus," kata Bahlil.
Bahlil mengungkapkan bahwa sisa 50 persen kebutuhan BBM nasional dipenuhi melalui impor dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel
Ia menyebut, pemerintah kini tidak lagi mengimpor produk BBM dari Timur Tengah atau negara lain yang letaknya jauh dari Indonesia.
"Jadi tidak ada kita impor BBM jadi dari Middle East (Timur Tengah), ataupun negara Afrika, ataupun Amerika, maupun negara lain, enggak ada," pungkas Bahlil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper
-
Rano Karno Perintahkan Semua Rusun di Jakarta Dipasangi ATM
-
Pramono Siapkan Obligasi Daerah Pertama di Indonesia, Danai LRT hingga Sekolah
-
Polri Tegaskan Penangkapan WN Palestina Abdul Karim Sudah Sesuai Prosedur
-
DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM
-
Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify
-
Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya
-
Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie
-
Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target
-
Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank