Bisnis / Energi
Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB
Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • LPG 12 kg untuk orang mampu, tak perlu mengeluh harga naik demi bantu negara.
  • Pemerintah jamin harga LPG 3 kg tidak naik sesuai instruksi Presiden Prabowo untuk rakyat kecil.
  • Stok LPG nasional dipastikan aman di atas standar minimum meski ketergantungan impor tinggi.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan respons menohok terkait keluhan naiknya harga LPG nonsubsidi tabung 12 kilogram (kg).

Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, Bahlil menegaskan bahwa golongan masyarakat mampu seharusnya tidak mempermasalahkan penyesuaian harga tersebut.

Menurut Bahlil, skema harga LPG 12 kg memang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas. Ia menekankan bahwa kehadiran negara diprioritaskan untuk menjaga daya beli masyarakat kecil melalui subsidi, bukan untuk memanjakan kelompok yang secara finansial sudah mapan.

"Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Ya sudah orang mampu. Kan gini lho bos, negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Mantan Kepala BKPM ini menambahkan, kontribusi masyarakat mampu sangat diperlukan dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Ia menilai sudah saatnya kelompok kaya menunjukkan empati dengan tidak ikut-ikutan mengeluh soal harga energi nonsubsidi.

"Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi untuk saling membantu. Itu saja kok," tegasnya.

Di tengah fluktuasi harga energi global, Bahlil membawa kabar baik bagi rakyat kecil. Ia menjamin harga LPG subsidi 3 kg (tabung melon) tidak akan mengalami kenaikan. Kebijakan ini, kata dia, merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi menjaga stabilitas ekonomi rakyat bawah.

"Kalau yang subsidi tetap. Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan. Jadi itu ya," terangnya.

Namun, Bahlil juga menyelipkan peringatan keras agar distribusi LPG subsidi tepat sasaran. Ia merasa miris jika masih ada "orang kaya" yang nekat menggunakan jatah rakyat miskin hanya demi penghematan pribadi.

Baca Juga: Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya

"Jadi kalau masa contoh model kayak orang kaya, ya masa orang kaya pendapatannya di atas Rp 500 juta per bulan disuruh pakai LPG 3 kilo? Sorry yee," seloroh Bahlil yang disambut tawa awak media.

Terkait ketahanan energi, Bahlil memastikan pasokan LPG di dalam negeri saat ini dalam kondisi sangat aman. Meski Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan LPG, pemerintah bersama Pertamina terus melakukan konsolidasi untuk menjaga cadangan nasional.

"Alhamdulillah kita dengan Pertamina, dengan kami di ESDM dan semua pemangku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik. Dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear," pungkasnya.

Load More