- LPG 12 kg untuk orang mampu, tak perlu mengeluh harga naik demi bantu negara.
- Pemerintah jamin harga LPG 3 kg tidak naik sesuai instruksi Presiden Prabowo untuk rakyat kecil.
- Stok LPG nasional dipastikan aman di atas standar minimum meski ketergantungan impor tinggi.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan respons menohok terkait keluhan naiknya harga LPG nonsubsidi tabung 12 kilogram (kg).
Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, Bahlil menegaskan bahwa golongan masyarakat mampu seharusnya tidak mempermasalahkan penyesuaian harga tersebut.
Menurut Bahlil, skema harga LPG 12 kg memang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas. Ia menekankan bahwa kehadiran negara diprioritaskan untuk menjaga daya beli masyarakat kecil melalui subsidi, bukan untuk memanjakan kelompok yang secara finansial sudah mapan.
"Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Ya sudah orang mampu. Kan gini lho bos, negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Mantan Kepala BKPM ini menambahkan, kontribusi masyarakat mampu sangat diperlukan dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Ia menilai sudah saatnya kelompok kaya menunjukkan empati dengan tidak ikut-ikutan mengeluh soal harga energi nonsubsidi.
"Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi untuk saling membantu. Itu saja kok," tegasnya.
Di tengah fluktuasi harga energi global, Bahlil membawa kabar baik bagi rakyat kecil. Ia menjamin harga LPG subsidi 3 kg (tabung melon) tidak akan mengalami kenaikan. Kebijakan ini, kata dia, merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi menjaga stabilitas ekonomi rakyat bawah.
"Kalau yang subsidi tetap. Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan. Jadi itu ya," terangnya.
Namun, Bahlil juga menyelipkan peringatan keras agar distribusi LPG subsidi tepat sasaran. Ia merasa miris jika masih ada "orang kaya" yang nekat menggunakan jatah rakyat miskin hanya demi penghematan pribadi.
Baca Juga: Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya
"Jadi kalau masa contoh model kayak orang kaya, ya masa orang kaya pendapatannya di atas Rp 500 juta per bulan disuruh pakai LPG 3 kilo? Sorry yee," seloroh Bahlil yang disambut tawa awak media.
Terkait ketahanan energi, Bahlil memastikan pasokan LPG di dalam negeri saat ini dalam kondisi sangat aman. Meski Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan LPG, pemerintah bersama Pertamina terus melakukan konsolidasi untuk menjaga cadangan nasional.
"Alhamdulillah kita dengan Pertamina, dengan kami di ESDM dan semua pemangku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik. Dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?
-
Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!
-
Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi
-
Danantara Akan Terbitkan Surat Utang dalam Dolar AS saat Moody's Beri Outlook Negatif
-
Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?
-
TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Ekspansi di Bawah Fullerton Health
-
Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tunjukkan Catatkan Kinerja Gemilang
-
Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI
-
Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen