- Harga emas Antam pada 23 April 2026 turun menjadi Rp2.805.000 per gram dengan harga buyback Rp2.610.000 per gram.
- Penurunan harga emas dipengaruhi sentimen negatif pasar global terhadap ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan juga Iran.
- Kekhawatiran inflasi global akibat mandeknya perundingan damai menyebabkan emas menjadi kurang menarik bagi para pelaku pasar internasional.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 23 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.805.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu terus merosot Rp 25.000 dibandingkan Rabu, 22 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.610.000 per gram.
Harga buyback itu ikut anjlok lagi Rp 30.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.456.131
- 1 gram: Rp2.812.013
- 2 gram: Rp5.563.875
- 3 gram: Rp8.320.750
- 5 gram: Rp13.834.500
- 10 gram: Rp27.613.863
- 25 gram: Rp68.908.843
- 50 gram: Rp137.738.488
- 100 gram: Rp275.398.780
- 250 gram: Rp688.231.288
- 500 gram: Rp1.376.252.050
- 1000 gram: Rp2.752.464.000
Harga Emas Dunia Turun
Harga emas dunia kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis, seiring sikap hati-hati pelaku pasar terhadap perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip FXStreet, logam mulia Gold (XAU/USD) diperdagangkan di kisaran 4.730 dolar AS per troy ons pada sesi awal Asia. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran inflasi global akibat konflik yang belum sepenuhnya mereda di Timur Tengah.
Baca Juga: Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang disepakati pada 7 April akan tetap berlaku tanpa batas waktu, sembari menunggu Iran mengajukan proposal perdamaian baru.
Namun, Teheran dilaporkan belum berencana untuk kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance sempat dijadwalkan bertolak ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi. Rencana tersebut batal setelah Iran memastikan tidak akan mengirim delegasi.
Meski gencatan senjata diperpanjang, ketegangan masih tinggi. Blokade angkatan laut di Selat Hormuz dan mandeknya pembicaraan damai terus mengganggu jalur distribusi energi global.
Kondisi ini mendorong kenaikan biaya energi yang berujung pada meningkatnya kekhawatiran inflasi. Di sisi lain, tekanan inflasi tersebut berpotensi menahan penurunan suku bunga, yang membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran sebagai faktor utama pergerakan harga emas. Jika terdapat sinyal positif dari perundingan atau meredanya ketegangan geopolitik, dolar AS berpotensi melemah dan dapat memberikan dorongan bagi harga komoditas berbasis dolar, termasuk emas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
IHSG Bangkit Menghijau Kamis Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
9 Daftar Saham RI yang Hanya Dikuasai Segelintir Orang, Jadi Catatan Merah MSCI
-
Waspada Vape Bodong! Konsumen Diimbau Pilih Produk Berpita Cukai demi Keamanan
-
Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman
-
IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya
-
Terancam Downgrade MSCI, BEI Optimistis IHSG Tetap Kuat dan Naik 8%
-
Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit
-
Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata
-
Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya
-
Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api