- Harga emas batangan Antam pada 22 April 2026 turun menjadi Rp2.830.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.
- Harga beli kembali atau buyback emas Antam turut merosot sebesar Rp50.000 menjadi Rp2.640.000 per gram hari ini.
- Harga emas dunia di pasar global tertekan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran inflasi dunia.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 22 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.830.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu berbalik turun Rp 50.000 dibandingkan Selasa, 21 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.640.000 per gram.
Harga buyback itu ikut merosot Rp 50.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.493.725
- 1 gram: Rp2.887.200
- 2 gram: Rp5.714.250
- 3 gram: Rp8.546.313
- 5 gram: Rp14.210.438
- 10 gram: Rp28.365.738
- 25 gram: Rp70.788.530
- 50 gram: Rp141.497.863
- 100 gram: Rp282.917.530
- 250 gram: Rp707.028.163
- 500 gram: Rp1.413.845.800
- 1000 gram: Rp2.827.651.500
Harga Emas Dunia Tertekan
Harga emas dunia kembali tertekan pada perdagangan Rabu, 22 April 2026, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi global dan penguatan dolar AS,
Mengutip FXStreet, logam mulia Gold (XAU/USD) turun hingga menyentuh kisaran 4.720 dolar AS per troy ons pada awal sesi Asia. Penurunan ini terjadi di tengah gangguan baru di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket
Mengacu laporan Bloomberg, Presiden Donald Trump disebut akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran guna memberi ruang bagi kelanjutan negosiasi antara kedua negara.
Namun, pernyataan tersebut kontras dengan sikap sebelumnya, di mana Trump sempat mengatakan Saya berharap akan melakukan pengeboman jika Iran tidak memenuhi persyaratan, serta menegaskan bahwa militer AS siap untuk bertindak.
Lonjakan biaya energi akibat ketegangan geopolitik turut memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini meningkatkan tekanan terhadap bank sentral untuk menahan atau bahkan menaikkan suku bunga.
Di sisi lain, emas yang dikenal sebagai aset safe haven cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi, karena tidak memberikan imbal hasil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?
-
Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak
-
BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat
-
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
-
Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah
-
Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos
-
Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar
-
Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain
-
Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?
-
Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026