Bisnis / Makro
Jum'at, 24 April 2026 | 16:54 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pencopotan Dirjen Anggaran Luky Alfirman serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu diklaim sebagai langkah "bersih-bersih" dari gangguan internal. Foto Gemini AI.
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya copot Dirjen Anggaran & Dirjen Strategi Ekonomi demi bersihkan "noise" internal.
  • Purbaya sindir oknum pegawai yang hanya janji manis tapi abaikan tugas hingga berbulan-bulan.
  • Sudarto dan Ferry Ardianto ditunjuk jadi Plh untuk jaga stabilitas di Kementerian Keuangan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait keputusannya merombak jajaran elit di Lapangan Banteng. Pencopotan Dirjen Anggaran Luky Alfirman serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu diklaim sebagai langkah "bersih-bersih" dari gangguan internal.

Dalam media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026), Purbaya awalnya menyebut pergantian pejabat eselon I tersebut sebagai hal yang lumrah dalam organisasi.

"Rotasi eselon I, itu hanya proses biasa. Biasa kita berapa tahun puter, berapa tahun puter, jadi nggak ada yang istimewa di situ," ujar Purbaya dengan nada santai.

Namun, tabir di balik pencopotan tersebut perlahan terungkap. Purbaya tidak menampik bahwa keputusannya berkaitan dengan sindiran pedas yang ia lontarkan beberapa hari terakhir. Ia menyoroti adanya oknum pegawai yang hanya manis di bibir saat menerima arahan, namun nihil dalam eksekusi.

"Ada pegawai yang mengaku siap menjalankan arahan, tetapi pekerjaan tidak kunjung dilakukan hingga berbulan-bulan," ungkapnya.

Lebih jauh, Purbaya membongkar adanya noise atau gangguan informasi yang bersumber dari internal Kemenkeu sendiri. Salah satunya terkait kabar burung yang menyebut APBN bakal jebol dalam dua minggu jika harga BBM tidak naik.

Bahkan, ia mendengar adanya upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya di mata investor global. Muncul narasi yang menyebut sang Menteri bersifat tertutup hingga dianggap tidak cakap berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

"Ada informasi keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup, nggak bisa bahasa Inggris kali, dan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan. Itu dari internal, jadi kita rapikan itu sedikit," tegas Purbaya.

Guna menjaga stabilitas fiskal, Purbaya bergerak cepat menunjuk dua sosok senior sebagai Pelaksana Harian (Plh) untuk mengisi kekosongan kursi panas tersebut.

Baca Juga: 7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

  • Plh Dirjen Anggaran: Sudarto (Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara).
  • Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal: Ferry Ardianto (Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi).

"Itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan," pungkas Purbaya.

Load More