Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 April 2026 | 20:46 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG mencapai level 10.000 tahun 2026 meski saat ini sedang melemah. [Dok Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG mencapai level 10.000 tahun 2026 meski saat ini sedang melemah.
  • Pelemahan IHSG pada Jumat (24/4/2026) dipicu sentimen negatif ekonomi global, krisis energi, dan penurunan outlook kredit bank.
  • Pemerintah fokus menjaga fundamental ekonomi nasional agar kinerja IHSG dapat kembali menguat secara otomatis di masa depan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mampu menembus level 10.000 pada tahun ini meski kinerjanya tengah mengalami pelemahan di tengah krisis energi global akibat perang di Timur Tengah.

Menurut Purbaya, volatilitas IHSG yang terjadi saat ini disebabkan oleh sentimen negatif perekonomian global. Menkeu menjelaskan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/4/2026), bahwa kinerja IHSG akan membaik seiring dengan menguatnya fundamental perekonomian nasional.

Maka dari itu, fokusnya saat ini lebih berpusat pada upaya menjaga kinerja perekonomian dibandingkan IHSG.

“Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (ekonomi), bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan menyesuaikan secara otomatis ke fundamental ekonominya,” kata Purbaya.

Sebagai catatan, IHSG pada perdagangan Jumat sore ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus sebesar 4,14 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang energi yang turun masing-masing 4,03 persen dan 3,82 persen.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan pelemahan tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap pasokan energi di tingkat global.

Di samping itu, pada pekan depan, pelaku pasar akan menantikan sidang pertemuan bank sentral AS, FOMC Meeting oleh The Fed, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,53- 3,75 persen.

Baca Juga: IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

AS juga dijadwalkan akan dirilis data consumer confidence, data perumahan, Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026, personal income, personal spending, indeks PCE prices dan ISM manufacturing index.

Dari dalam negeri, IHSG melemah setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank besar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), dari stabil menjadi negatif.

Di sisi lain, untuk melindungi stok minyak mentah di tengah konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah mengamankan 150 juta barel minyak Rusia sebagai bagian dari strategi energi nasional.

Load More