- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG mencapai level 10.000 tahun 2026 meski saat ini sedang melemah.
- Pelemahan IHSG pada Jumat (24/4/2026) dipicu sentimen negatif ekonomi global, krisis energi, dan penurunan outlook kredit bank.
- Pemerintah fokus menjaga fundamental ekonomi nasional agar kinerja IHSG dapat kembali menguat secara otomatis di masa depan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mampu menembus level 10.000 pada tahun ini meski kinerjanya tengah mengalami pelemahan di tengah krisis energi global akibat perang di Timur Tengah.
Menurut Purbaya, volatilitas IHSG yang terjadi saat ini disebabkan oleh sentimen negatif perekonomian global. Menkeu menjelaskan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/4/2026), bahwa kinerja IHSG akan membaik seiring dengan menguatnya fundamental perekonomian nasional.
Maka dari itu, fokusnya saat ini lebih berpusat pada upaya menjaga kinerja perekonomian dibandingkan IHSG.
“Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (ekonomi), bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan menyesuaikan secara otomatis ke fundamental ekonominya,” kata Purbaya.
Sebagai catatan, IHSG pada perdagangan Jumat sore ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus sebesar 4,14 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang energi yang turun masing-masing 4,03 persen dan 3,82 persen.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan pelemahan tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap pasokan energi di tingkat global.
Di samping itu, pada pekan depan, pelaku pasar akan menantikan sidang pertemuan bank sentral AS, FOMC Meeting oleh The Fed, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,53- 3,75 persen.
Baca Juga: IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378
AS juga dijadwalkan akan dirilis data consumer confidence, data perumahan, Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026, personal income, personal spending, indeks PCE prices dan ISM manufacturing index.
Dari dalam negeri, IHSG melemah setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank besar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), dari stabil menjadi negatif.
Di sisi lain, untuk melindungi stok minyak mentah di tengah konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah mengamankan 150 juta barel minyak Rusia sebagai bagian dari strategi energi nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kepengurusan Golkar Riau Disahkan, Ketua Yulisman: Tak Usah Sikut-sikutan
-
Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas
-
Prabowo Sebut Pengkritik Londo Ireng: Narasi Kecurigaan yang Terus Berulang
-
Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara
-
Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
-
Dedikasi Mantri BRI Layani Pegunungan Toraja Utara
-
Summer Time Rendering Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang 2027
-
Demi Akses Keuangan, Mantri BRI Tempuh Pegunungan Toraja
-
Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara